Trump Prediksi Perang Iran Berakhir usai Pemilu AS
- 10 Sep 2026 15:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Donald Trump memprediksi perang Amerika Serikat-Iran akan berakhir segera setelah pemilu sela AS pada November 2026.
- Trump mengatakan pemerintahannya saat ini tidak mencari perundingan dengan Iran, meski mengakui negosiasi masih mungkin terjadi.
- Iran menargetkan 10 kapal di dekat Selat Hormuz setelah AS menghancurkan lima kapal tanker Iran. Sementara itu, tingkat persetujuan Trump turun menjadi 33 persen, dengan perang Iran dan kenaikan harga menjadi faktor utama.
RRI.CO.ID, Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump memprediksi perang antara Amerika Serikat dan Iran akan berakhir segera setelah pemilu sela pada November. Trump menyampaikan prediksi tersebut pada Rabu, 9 September 2026, dilansir dari The Hill.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Trump ditanya mengenai kemungkinan perundingan dengan Iran kembali dilanjutkan. Trump mengatakan Amerika Serikat saat ini tidak sedang mencari perundingan.
Ia mengaku pada awalnya ingin mencapai kesepakatan dengan Iran. Namun, Trump menilai situasi telah berkembang terlalu jauh dan hanya tersisa sedikit dari Iran akibat perang.
Trump tetap mengakui bahwa perundingan dengan Iran masih mungkin terjadi. Namun, ia menegaskan hal tersebut bukan sesuatu yang sedang dipertimbangkan pemerintahannya.
Pernyataan Trump muncul setelah Iran mengatakan telah menargetkan 10 kapal di dekat Selat Hormuz pada Rabu. Target tersebut terdiri atas dua kapal Amerika Serikat dan delapan kapal tanker minyak.
Serangan Iran terjadi setelah Amerika Serikat menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran pada Selasa. Trump mengatakan Amerika Serikat telah menghancurkan sembilan kapal milik Iran dan memperingatkan bahwa serangan serupa akan kembali terjadi.
Konflik tersebut berlangsung di tengah ketegangan di sekitar Selat Hormuz yang menjadi jalur penting bagi perdagangan energi internasional. Perkembangan perang juga berdampak pada kondisi politik dalam negeri Amerika Serikat.
Tingkat persetujuan terhadap Trump dilaporkan turun menjadi 33 persen berdasarkan survei terbaru Reuters/Ipsos. Perang dengan Iran dan kenaikan harga disebut menjadi faktor utama yang memengaruhi tingkat persetujuan tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....