Iran Tetapkan Zona Maritim Terbatas di Luar Selat Hormuz

  • 08 Sep 2026 15:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran akan menetapkan zona maritim “terbatas” di luar Selat Hormuz dan memberikan sanksi kepada kapal yang memasuki wilayah tersebut.
  • Iran dan Oman akan menandatangani kesepakatan mengenai koridor pelayaran baru melalui Selat Hormuz, dengan titik masuk dan keluar berada di bawah kendali Iran.
  • Iran menyatakan Selat Hormuz sepenuhnya berada di bawah kendalinya, sementara ketegangan dengan Amerika Serikat terus berlangsung di tengah perselisihan mengenai sanksi dan pelayaran.

RRI.CO.ID, Teheran — Iran akan menetapkan zona maritim baru yang disebut sebagai zona “terbatas” di luar Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan setiap kapal yang memasuki zona tersebut akan dimasukkan daftar sanksi.

Rezaei mengatakan zona baru tersebut akan dimulai dari garis blokade Angkatan Laut Amerika Serikat dan meluas ke sejumlah wilayah Teluk. Ia menegaskan setiap kapal yang memasuki zona tersebut akan dikenai sanksi, dilansir dari Anadolu, Selasa, 8 September 2026.

Rezaei juga mengatakan Iran dan Oman akan menandatangani kesepakatan dalam beberapa hari mendatang mengenai koridor baru melalui Selat Hormuz. Titik masuk dan keluar koridor tersebut akan berada di bawah kendali Iran.

Menurut Rezaei, Selat Hormuz saat ini sepenuhnya ditutup dan berada di bawah kendali angkatan bersenjata Iran. Ia membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut jalur perairan strategis tersebut masih terbuka.

Ia juga menyebut klaim tersebut sebagai “kebohongan besar”. Sebelum penutupan, lebih dari 100 kapal dengan muatan lebih dari 100 juta ton kargo disebut melintasi Selat Hormuz setiap hari.

Namun, Rezaei mengatakan saat ini hanya sekitar tujuh atau delapan kapal yang melintasi jalur tersebut. Kapal-kapal itu terutama membawa barang-barang penting bagi Iran.

Ketegangan regional meningkat sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari. Iran kemudian merespons dengan serangan rudal dan drone terhadap Israel serta kepentingan Amerika Serikat di berbagai wilayah kawasan.

Iran dan Amerika Serikat sebelumnya menandatangani nota kesepahaman pada Juni yang dimediasi Pakistan dan Qatar. Kesepahaman tersebut mencakup langkah-langkah untuk mengakhiri permusuhan, membuka kembali Selat Hormuz, dan menangani pembatasan ekonomi.

Namun, kedua pihak kemudian saling menuduh gagal memenuhi komitmen dalam nota kesepahaman tersebut. Sementara itu, ketegangan militer terus berlangsung di tengah perselisihan mengenai sanksi dan pelayaran melalui Selat Hormuz.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....