Blokade Trump Dorong Iran menuju Eskalasi Militer

  • 08 Sep 2026 13:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • AS tingkatkan tekanan terhadap Iran melalui sanksi global, serangan militer, dan blokade maritim yang semakin mempersempit ruang gerak Teheran.
  • Iran mengancam eskalasi konflik, termasuk kemungkinan memperluas blokade dan menetapkan zona eksklusi baru di Teluk Persia serta Teluk Oman.
  • Diplomasi masih menghadapi kebuntuan, meski Iran dan Oman berunding mengenai Selat Hormuz dan Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan keinginan untuk kembali pada kesepakatan Juni.

RRI.CO.ID, Teheran — Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap Iran setelah meninggalkan jalur perundingan. Washington menerapkan kampanye sanksi global, serangan militer, dan blokade maritim yang semakin mempersempit ruang gerak Teheran.

Melansir dari CNN, Selasa, 8 September 2026, tekanan tersebut membuat Iran berada dalam kondisi yang semakin terdesak. Masyarakat Iran yang telah kelelahan akibat perang juga harus menghadapi tekanan ekonomi tambahan.

Para pejabat militer Iran mulai mengumumkan strategi baru untuk menghadapi tekanan Amerika Serikat. Iran memperingatkan negara-negara yang terlibat dalam blokade bahwa mereka dapat menjadi sasaran.

Pemimpin Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan strategi baru diperlukan dalam perang, perundingan, dan menghadapi blokade. Ia mengisyaratkan kemungkinan perluasan blokade Iran di luar Selat Hormuz, menetapkan zona eksklusi baru di Teluk Persia dan Teluk Oman.

Sementara itu, Iran dan Oman masih melakukan perundingan mengenai pengelolaan Selat Hormuz. Iran menyatakan rute aman sementara melalui selat tersebut kemungkinan akan didaftarkan kepada Organisasi Maritim Internasional beberapa hari mendatang.

Qatar menyebut kemauan politik dan solusi teknis sebagai dua hambatan utama dalam penyelesaian konflik. Meski diplomasi mengalami kebuntuan, Presiden Iran Masoud Pezeshkian berulang kali menyatakan keinginannya untuk kembali pada kesepakatan pada Juni.

Kesepakatan Juni sebelumnya menetapkan peta jalan perundingan mengenai program nuklir dan keringanan sanksi Iran. Kesepakatan tersebut juga membuka kemungkinan bagi Teheran untuk memiliki peran dalam pengelolaan Selat Hormuz.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....