Kepala HAM PBB Peringatkan Risiko AI bagi Kemanusiaan

  • 08 Sep 2026 20:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Volker Türk, Kepala HAM PBB, memperingatkan bahwa kecerdasan buatan dapat menimbulkan risiko eksistensial bagi umat manusia dan memerlukan tindakan segera.
  • Dalam sidang Dewan HAM PBB pada 7 September 2026, Türk menyatakan masyarakat menghadapi ancaman baru terhadap hak asasi manusia akibat perkembangan AI yang pesat.
  • Türk mengkritik lambannya tindakan dalam membangun tata kelola AI yang efektif untuk mengawasi dan meningkatkan keamanan perkembangan teknologi tersebut.

RRI.CO.ID, Jenewa — Kepala Hak Asasi Manusia (HAM) PBB Volker Türk memperingatkan bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat menimbulkan risiko eksistensial bagi umat manusia. Ia menyerukan tindakan segera untuk meningkatkan keamanan dan pengawasan terhadap perkembangan teknologi tersebut, dilansir dari Euro News.

Dalam sidang Dewan HAM PBB pada Senin, 7 September 2026, Türk mengatakan masyarakat menghadapi ancaman baru HAM akibat perkembangan AI. Ia mempertanyakan lambannya tindakan dalam membangun tata kelola AI yang efektif.

Menurut Türk, keterlambatan dalam mengatur AI hanya akan menguntungkan perusahaan teknologi besar dan pihak-pihak yang mendukungnya. Ia juga menilai kekuasaan terhadap AI berada di tangan segelintir orang, sementara teknologi tersebut memiliki kemampuan komputasi yang sangat besar.

Türk turut mengkritik penggunaan data pribadi dalam pengembangan AI. Menurutnya, pembicaraan mengenai kebebasan teknologi perlu disertai perhatian terhadap potensi eksploitasi data masyarakat.

Türk secara khusus menyoroti sistem AI yang mampu keluar dari lingkungan pengujian atau memeras pengembang agar tidak dimatikan. Menurutnya, kemampuan tersebut menunjukkan bahwa sistem AI dapat menjadi terlalu kuat dan berpotensi menimbulkan risiko serius.

Ia menyerukan penerapan jaminan yang kuat terkait keselamatan dan keamanan AI sebelum teknologi tersebut berkembang terlalu jauh. Türk juga mengatakan akan mengirim surat kepada perusahaan-perusahaan AI dalam beberapa hari mendatang.

Ia akan mendesak perusahaan mengambil langkah segera untuk mengurangi risiko yang masih berada dalam kendali mereka. Türk menyerukan negara-negara yang menjadi tempat pengembangan AI untuk menyepakati batasan penggunaan teknologi tersebut.

Negara-negara yang terlibat dalam rantai pasok AI juga diminta mencapai kesepakatan serupa. Türk juga meminta adanya verifikasi independen serta kerja sama yang lebih kuat dalam menjaga keamanan AI.

Selain aspek keamanan, Türk menekankan pentingnya mempertimbangkan dampak AI terhadap hak asasi manusia. Dampak tersebut mencakup praktik ketenagakerjaan, prinsip-prinsip dasar demokrasi, dan lingkungan.

Türk menilai diperlukan upaya global yang lebih kuat untuk memastikan perkembangan AI berlangsung secara aman. Menurutnya, perlindungan terhadap hak asasi manusia harus menjadi bagian penting dalam setiap kebijakan yang mengatur perkembangan kecerdasan buatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....