PBB Setujui Peta Dunia Baru yang Lebih Akurat
- 05 Sep 2026 18:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Majelis Umum PBB telah menyetujui resolusi bernama 'Correct the Map' yang bertujuan menggunakan peta dunia lebih akurat dalam menggambarkan ukuran benua Afrika.
- Resolusi ini disponsori oleh Togo dan mendapat dukungan dari 164 negara anggota PBB, termasuk negara-negara Uni Afrika, Prancis, dan Inggris.
- Keputusan ini merupakan langkah penting dalam memperbaiki representasi geografis yang selama ini dianggap bias terhadap benua Afrika dalam proyeksi peta konvensional.
RRI.CO.ID, New York — Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyetujui penggunaan peta dunia yang lebih akurat dalam menggambarkan ukuran Afrika. Keputusan tersebut tertuang dalam resolusi yang dikenal sebagai “Correct the Map”, dilansir dari BBC News, Sabtu, 5 September 2026.
Resolusi tersebut disponsori Togo dan didukung negara-negara anggota Uni Afrika (AU). Sebanyak 164 negara mendukung resolusi tersebut, termasuk Prancis dan Inggris.
Sementara itu, Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara yang menolak dan enam negara memilih abstain. Keputusan Majelis Umum PBB tersebut tidak bersifat mengikat.
Namun, keputusan itu akan mendorong perubahan pada peta yang digunakan oleh berbagai lembaga di seluruh dunia. Peta Mercator yang telah digunakan secara luas sejak abad ke-16 menjadi salah satu alasan munculnya resolusi tersebut.
Peta tersebut dikritik karena mendistorsi ukuran sejumlah wilayah di dunia. Dalam peta Mercator, Afrika terlihat memiliki ukuran yang hampir sama dengan Greenland.
Padahal, luas Afrika sebenarnya sekitar 14 kali lebih besar daripada Greenland. Para pengkritik menilai distorsi tersebut dapat mengecilkan persepsi terhadap potensi Afrika.
Kondisi tersebut juga dinilai dapat membuat kebutuhan pembangunan negara-negara di sekitar garis khatulistiwa kurang diperhatikan. Peta Mercator dibuat pada 1569 oleh kartografer Flandria, Gerardus Mercator, untuk membantu para penjelajah Eropa melakukan navigasi.
Distorsi terjadi karena permukaan bumi yang berbentuk bola tidak dapat digambarkan secara akurat pada bidang dua dimensi. Peta Mercator membuat wilayah yang berada di sekitar garis khatulistiwa terlihat lebih kecil daripada ukuran sebenarnya.
Sebaliknya, wilayah yang berada lebih dekat dengan kutub terlihat lebih besar. Sebagai alternatif, sekelompok kartografer membuat peta Equal Earth pada 2018 untuk menggambarkan luas wilayah benua secara lebih seimbang.
Pada Februari, 54 negara anggota Uni Afrika mengadopsi proyeksi Equal Earth. Mereka menilai peta tersebut lebih akurat dalam menggambarkan ukuran seluruh benua, khususnya Afrika.
Kelompok kampanye daring #CorrectTheMap juga mendukung perubahan tersebut. Kelompok itu menyebut Amerika Serikat, Tiongkok, India, Jepang, Meksiko, dan sebagian Eropa dapat ditempatkan di Afrika dan masih menyisakan wilayah daratan.
Para pendukung peta baru menilai penggambaran Afrika yang lebih akurat bukan sekadar persoalan kartografi. Mereka mengatakan peta turut membentuk persepsi politik dan ekonomi terhadap suatu wilayah, termasuk mengenai sumber daya, populasi, serta peluang investasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....