WMO: El Nino Menguat, Risiko Gelombang Panas dan Kekeringan Meningkat
- 04 Jul 2026 13:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- WMO memperingatkan El Nino yang telah terbentuk di Samudra Pasifik tropis diperkirakan akan menguat dalam beberapa bulan mendatang, sehingga meningkatkan risiko gelombang panas, kekeringan, hujan lebat, dan cuaca ekstrem.
- El Nino diproyeksikan menjadi fenomena yang kuat pada Juli–September 2026, dengan suhu permukaan laut di Pasifik tengah dan timur diperkirakan lebih dari 2 derajat Celsius di atas rata-rata.
- WMO meningkatkan penyediaan informasi dan layanan pendukung untuk membantu negara-negara mengantisipasi serta mengurangi dampak El Niño yang umumnya mencapai puncak pada November hingga Februari.
RRI.CO.ID, Jenewa — Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan cuaca ekstrem berpotensi lebih sering terjadi dalam beberapa bulan mendatang. Peringatan tersebut disampaikan setelah kondisi El Nino terbentuk di Samudra Pasifik tropis.
WMO memperkirakan fenomena El Nino akan menguat dengan cepat dalam beberapa bulan mendatang. Kondisi tersebut diperkirakan meningkatkan risiko gelombang panas, kekeringan, hujan lebat, dan berbagai cuaca ekstrem lainnya di sejumlah wilayah dunia.
Melansir dari Xinhua, Sabtu, 4 Juli 2026, WMO menyampaikan proyeksi tersebut melalui pembaruan iklim musiman global. El Nino diperkirakan berkembang menjadi fenomena yang kuat pada periode Juli hingga September 2026.
Proyeksi tersebut didasarkan pada gabungan berbagai model iklim dari pusat-pusat prakiraan global. Model-model tersebut menunjukkan pemanasan signifikan di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur.
Suhu permukaan laut diperkirakan melebihi 2 derajat Celsius di atas rata-rata jangka panjang. Sementara itu, tingkat kesesuaian antarmodel yang tinggi membuat WMO yakin terhadap hasil proyeksi tersebut.
WMO memperkirakan El Nino akan terus menguat selama musim gugur di Belahan Bumi Utara. Lembaga tersebut juga mengatakan bahwa dampak El Nino tersebut akan meluas ke berbagai kawasan di dunia.
Sementara itu, Samudra Atlantik ekuator diperkirakan tetap lebih hangat dari kondisi normal. Sebagian besar wilayah daratan antara 60 derajat Lintang Selatan hingga 60 derajat Lintang Utara diperkirakan mengalami suhu di atas rata-rata.
Wilayah yang terdampak mencakup hampir seluruh kawasan berpenduduk di luar wilayah kutub. Untuk curah hujan, wilayah Pasifik ekuator bagian tengah dan timur diperkirakan mengalami curah hujan di atas normal.
Sebaliknya, sebagian kawasan Samudra Hindia tropis, Anak Benua India, dan sebagian besar Australia diperkirakan mengalami curah hujan di bawah normal. Fenomena El Nino umumnya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun dan berlangsung selama sembilan hingga dua belas bulan.
Fenomena El Nino biasanya mulai berkembang antara Maret hingga Juni dan mencapai puncaknya pada November hingga Februari. Dampak terbesar terhadap suhu global umumnya terjadi pada tahun setelah fenomena tersebut muncul.
WMO menyatakan terus meningkatkan penyediaan informasi dan layanan pendukung bagi negara-negara di dunia. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mereka mengantisipasi serta mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh fenomena El Nino.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....