Presiden Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Meja Makan Keluarga
- 05 Sep 2026 06:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo menekankan bahwa pembangunan harus memberikan manfaat kepada sebanyak-banyaknya masyarakat, bukan hanya segelintir pihak.
- Keberhasilan pembangunan diukur dari perubahan nyata yang dirasakan keluarga dalam kehidupan sehari-hari, bukan statistik abstrak.
- Pernyataan ini disampaikan dalam peran Presiden sebagai tamu kehormatan utama Eastern Economic Forum ke-11 di Vladivostok, Rusia, pada 3 September 2026.
RRI.CO.ID, Vladivostok - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan tidak boleh hanya memberikan manfaat kepada segelintir pihak. Menurut Presiden, keberhasilan pembangunan harus diukur dari perubahan nyata yang dirasakan keluarga dalam kehidupan sehari-hari.
“Kebaikan terbesar bagi sebanyak-banyaknya masyarakat. Pembangunan tidak boleh hanya memberikan manfaat kepada segelintir orang,” kata Presiden Prabowo saat menjadi tamu kehormatan utama Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis, 3 September 2026.
“Pembangunan harus diukur dari meja makan keluarga-keluarga biasa,” ujar Presiden. Prinsip pembangunan untuk kesejahteraan rakyat, kata Presiden, bukan hanya menjadi tema EEF, tetapi juga mandat yang diterimanya dari masyarakat Indonesia.
“Tahun lalu, di St. Petersburg, saya menjelaskan filosofi ekonomi Indonesia. Ini sebuah sikap yang realistis, pragmatis, dan berorientasi pada pencapaian kebaikan terbesar bagi sebanyak-banyaknya masyarakat,” ujar Presiden.
Kepala Negara menekankan pembangunan tidak boleh hanya dinilai dari angka pertumbuhan ekonomi atau besarnya investasi. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana pembangunan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Presiden kemudian merinci sejumlah indikator yang menurutnya mencerminkan keberhasilan pembangunan. Mulai dari kecukupan gizi anak, ketersediaan pupuk bagi petani, harga hasil produksi yang adil, hingga kepemilikan rumah yang layak.
“Apakah anak-anak mendapatkan makanan bergizi. Apakah para petani dapat memperoleh pupuk dan menjual hasil produksi mereka dengan harga yang adil,” kata Presiden.
“Apakah keluarga-keluarga dapat tinggal di rumah yang layak. Apakah generasi muda dapat memperoleh pekerjaan yang produktif," ucapnya melanjutkan.
Presiden mengatakan prinsip tersebut menjadi dasar sejumlah kebijakan pemerintah. Termasuk penyediaan makanan bergizi, swasembada pangan, ketahanan energi, serta percepatan hilirisasi industri.
“Itulah sebabnya kami mengupayakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Bukan pertumbuhan demi pertumbuhan itu sendiri, melainkan yang mampu mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan,” ujar Presiden.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....