Presiden Prabowo Optimistis Bangun Jalur Pelayaran Rusia-Indonesia
- 05 Sep 2026 01:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto menjadi tamu kehormatan utama Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok pada tanggal 3 September 2026.
- Presiden Prabowo mengajukan rencana pembukaan jalur pelayaran langsung yang kompetitif antara Vladivostok, Rusia, dan Indonesia dengan biaya, jadwal, asuransi, dan muatan yang dapat diprediksi.
- Pembukaan jalur pelayaran langsung ini dinilai strategis untuk memperkuat konektivitas perdagangan dan meningkatkan hubungan ekonomi bilateral kedua negara.
RRI.CO.ID, Vladivostok - Presiden Prabowo Subianto optimistis dapat membuka jalur pembangunan jalur pelayaran langsung dan kompetitif antara Vladivostok, Rusia, dan Indonesia. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat konektivitas perdagangan serta hubungan ekonomi kedua negara.
“Saya percaya bahwa dalam forum ini kita dapat membangun jalur pelayaran langsung yang kompetitif antara Vladivostok dan Indonesia. Dengan jadwal, biaya, asuransi, serta muatan dari kedua arah yang dapat diprediksi,” kata Presiden Prabowo saat menjadi tamu kehormatan utama Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis, 3 September 2026.
Menurut Presiden, konektivitas menjadi salah satu kunci untuk menerjemahkan hubungan bisnis Indonesia-Rusia. Hal itu dinilai dapat semakin menguatkan kerja sama kedua negara.
“Tugas kita sekarang adalah mengubah kepercayaan pribadi menjadi kepercayaan kelembagaan. Aturan yang jelas, sistem pembayaran yang dapat diandalkan, logistik yang dapat diprediksi, serta kesepakatan yang tetap bertahan meskipun terjadi pergantian pejabat,” ujar Presiden.
Presiden sebelumnya menekankan bahwa Indonesia dan Rusia memiliki karakter ekonomi yang saling melengkapi. “Samudra Pasifik tidak memisahkan kita, tapi justru menghubungkan kita,” ujar Presiden.
Kepala Negara menegaskan kawasan Pasifik sebagai ruang yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan ekonomi. “Samudra Pasifik bukanlah tembok di antara kita, samudra Pasifik harus menjadi jalan raya bagi kedua perekonomian kita,” katanya.
Selain konektivitas laut, Presiden juga mendorong pembukaan penerbangan langsung antara Indonesia dan Rusia. Penerbangan langsung tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat hubungan antarmanusia.
“Penerbangan langsung akan membawa wisatawan Rusia ke Indonesia. Kemudian wisatawan Indonesia menikmati keindahan Timur Jauh Rusia,” ujar Presiden.
Presiden bahkan menggambarkan perbedaan fungsi konektivitas laut dan udara dalam mempererat hubungan kedua negara. “Kapal mengangkut barang dan pesawat mengangkut persahabatan,” kata Presiden.
Kepala Negara berharap penguatan konektivitas tersebut dapat berjalan beriringan dengan peningkatan sektor ekonomi Indonesia-Rusia. Agar setiap kesepakatan yang dihasilkan, kata Presiden, tidak hanya berhenti pada pernyataan kerja sama.
Indonesia diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi Rusia menuju pasar ASEAN dan Indo-Pasifik. Hal ini juga sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi produk dan pelaku usaha Indonesia menuju pasar Eurasia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....