Presiden Prabowo Targetkan Perdagangan Indonesia-Rusia Naik Dua Kali Lipat
- 05 Sep 2026 01:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto menetapkan target peningkatan perdagangan Indonesia-Rusia sebesar dua kali lipat dalam periode peninjauan pertama FTA Indonesia-EAEU.
- Nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Rusia pada 2025 telah mendekati 5 miliar dolar AS, mencatat pertumbuhan 21,7 persen dibandingkan tahun 2024.
- Peningkatan perdagangan Indonesia-Rusia sebesar 33,7 persen dalam dua tahun terakhir (2023-2025) menunjukkan tren positif dalam hubungan ekonomi kedua negara.
RRI.CO.ID, Vladivostok - Presiden Prabowo Subianto menargetkan nilai perdagangan Indonesia dan Rusia meningkat dua kali lipat. Target tersebut di khususkan pada periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia atau Indonesia-EAEU FTA.
Presiden mengatakan perdagangan bilateral Indonesia dan Rusia sepanjang 2025 telah mendekati 5 miliar dolar AS. Angka tersebut meningkat 21,7 persen dibandingkan 2024 dan 33,7 persen dibandingkan 2023.
“Pencapaian ini baru merupakan awal. Ini bukan batas akhir,” ujar Presiden Prabowo saat menjadi tamu kehormatan utama Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis, 3 September 2026.
Presiden kemudian mengusulkan agar Indonesia dan Rusia menetapkan target yang lebih ambisius. Presiden menggandakan nilai perdagangan bilateral pada periode peninjauan pertama FTA Indonesia-EAEU.
“Di forum ini, saya mengusulkan agar Indonesia dan Rusia menetapkan tantangan yang jelas bagi diri kita sendiri. Menggandakan nilai perdagangan dalam periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia,” kata Presiden.
Menurut Presiden, peningkatan perdagangan tersebut didukung karakter perekonomian Indonesia dan Rusia yang saling melengkapi. Rusia memiliki gandum, energi, ilmu pengetahuan, dan teknologi rekayasa, sementara Indonesia memiliki kelapa sawit, perikanan, kopi, barang konsumsi, serta tenaga kerja muda.
Indonesia juga dinilai memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang menuju pasar ASEAN yang berpenduduk sekitar 680 juta jiwa. Presiden menyebut FTA Indonesia-EAEU diperkirakan mulai berlaku pada awal 2027.
Perjanjian ditandatangani di St. Petersburg pada 21 Desember 2025. Perjanjian tersebut mencakup penghapusan atau pengurangan bea masuk atas 11.882 pos tarif barang yang diperdagangkan.
Presiden menyatakan telah menandatangani peraturan presiden mengenai pengesahan perjanjian tersebut pada Juli 2026. “Indonesia ingin perjanjian ini segera berlaku dan digunakan, segera setelah pertukaran dokumen ratifikasi memungkinkan,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....