PBB Prihatin Kekerasan Berlanjut di Gaza dan Tepi Barat

  • 02 Sep 2026 14:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pekerja kemanusiaan PBB menyatakan keprihatinan mendalam atas berlanjutnya kekerasan di Gaza dan Tepi Barat setelah serangkaian serangan udara dan militer Israel pada akhir pekan.
  • Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan bahwa serangan-serangan tersebut berdampak langsung dan signifikan terhadap kehidupan warga sipil.
  • OCHA menekankan bahwa warga sipil dan seluruh fasilitas sipil, khususnya rumah sakit, harus mendapatkan perlindungan penuh dalam setiap situasi konflik bersenjata.

RRI.CO.ID, Gaza - Pekerja kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan keprihatinan atas berlanjutnya kekerasan di Gaza dan Tepi Barat. Keprihatinan tersebut muncul setelah serangkaian serangan udara dan serangan militer Israel dilaporkan terjadi sepanjang akhir pekan.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan serangan tersebut berdampak langsung terhadap warga sipil. OCHA menegaskan warga sipil dan fasilitas sipil, termasuk rumah sakit, harus selalu mendapatkan perlindungan dalam situasi konflik.

Salah satu serangan dilaporkan merusak sejumlah fasilitas di kompleks Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir Al-Balah. OCHA menegaskan rumah sakit tidak boleh menjadi sasaran serangan maupun digunakan untuk kepentingan militer, dilansir dari Xinhua, Rabu, 2 September 2026.

Di tengah situasi tersebut, OCHA bersama mitra kemanusiaan juga mempersiapkan masyarakat Gaza menghadapi musim hujan. Pemerintah daerah di Gaza telah memetakan risiko banjir di ratusan lokasi di seluruh Jalur Gaza.

Upaya persiapan mencakup pembersihan saluran drainase, pengangkutan puing dan sampah padat, serta perataan sejumlah lokasi. Para pekerja kemanusiaan juga berupaya memastikan pompa air siap digunakan dan peralatan penanganan banjir tersedia di lokasi yang membutuhkan.

Namun, OCHA menyebut persiapan menghadapi musim hujan menghadapi berbagai kendala. Keterbatasan pendanaan menjadi salah satu hambatan utama dalam mendukung masyarakat Gaza.

Selain itu, jumlah dan jenis barang yang diizinkan masuk ke Gaza masih terbatas. Para mitra kemanusiaan juga menghadapi kekurangan oli mesin, suku cadang, serta alat berat yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan darurat.

Sebagian besar wilayah Gaza juga masih tidak dapat diakses. Kondisi tersebut membatasi pilihan lokasi yang dapat digunakan untuk mendirikan tenda, termasuk kawasan yang memiliki risiko banjir lebih rendah.

Sebagian besar wilayah sempit di Jalur Gaza telah dinyatakan sebagai area terlarang oleh militer Israel. Kondisi ini semakin mempersempit ruang yang dapat digunakan masyarakat untuk berlindung dan memperoleh bantuan kemanusiaan.

OCHA kembali menekankan pentingnya perlindungan terhadap warga sipil dan fasilitas sipil di tengah berlanjutnya kekerasan. Kondisi di Gaza dan Tepi Barat menunjukkan kebutuhan perlindungan serta bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina masih sangat mendesak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....