WHO Sebut Ribuan Pasien Gaza Menunggu Adanya Evakuasi Medis

  • 29 Agt 2026 15:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ribuan pasien di Jalur Gaza masih menunggu evakuasi medis untuk mendapatkan perawatan mendesak sesuai pernyataan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Jumat, 28 Agustus 2026.
  • WHO telah mengevakuasi 106 pasien pada pekan sebelumnya, termasuk 19 anak-anak, melalui perlintasan Rafah dan Kerem Shalom dengan didampingi 132 orang pendamping.
  • Kondisi kesehatan di Gaza memerlukan akselerasi evakuasi medis dan dukungan internasional untuk menangani krisis kemanusiaan yang berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Jenewa — Ribuan pasien di Jalur Gaza masih menunggu evakuasi medis untuk mendapatkan perawatan mendesak. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan kondisi tersebut pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Melansir dari Anadolu, WHO pada pekan lalu mendukung evakuasi 106 pasien dari Gaza, termasuk 19 anak-anak. Evakuasi dilakukan melalui perlintasan Rafah dan Kerem Shalom, dengan para pasien didampingi 132 orang.

Tedros mengatakan evakuasi medis memberikan kesempatan bertahan hidup bagi pasien yang membutuhkan perawatan segera. Ia juga menekankan pentingnya akses berkelanjutan melalui sejumlah jalur perlintasan agar pasien dapat memperoleh perawatan medis tepat waktu.

Sejak Oktober 2023, sebanyak 13.237 pasien telah dievakuasi dari Gaza. Dari jumlah tersebut, 6.276 pasien merupakan anak-anak, sementara 16.406 pendamping turut dievakuasi.

Meski demikian, masih banyak pasien yang membutuhkan evakuasi medis. Kondisi kesehatan masyarakat Gaza semakin sulit akibat konflik yang berkepanjangan dan kerusakan infrastruktur sipil.

Ratusan ribu warga Palestina juga telah mengungsi akibat konflik. Sebagian besar dari mereka tinggal di tempat penampungan sementara dan tenda, sehingga menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.

Kerusakan fasilitas dan infrastruktur kesehatan turut memperburuk kondisi kemanusiaan di Gaza. Kebutuhan terhadap layanan medis mendesak terus meningkat, sementara kemampuan sistem kesehatan untuk memberikan perawatan semakin terbatas.

WHO menyerukan agar akses evakuasi medis dapat terus dibuka melalui berbagai jalur perlintasan. Organisasi tersebut menilai akses yang aman dan berkelanjutan sangat penting untuk menyelamatkan nyawa pasien.

Dengan ribuan pasien masih menunggu evakuasi, WHO menekankan perlunya jalur keluar yang dapat diakses secara konsisten. Pasien yang membutuhkan perawatan khusus di luar Gaza dinilai tidak dapat menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pertolongan medis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....