Iran Perkuat Hubungan Negara Muslim, Prioritaskan Tetangga
- 29 Agt 2026 16:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengumumkan komitmen Teheran untuk memperkuat hubungan politik dan ekonomi dengan negara-negara Muslim dan tetangga.
- Pernyataan ini disampaikan pada acara Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-40 di Teheran pada 29 Agustus 2026.
- Iran menekankan pentingnya hubungan baik dengan seluruh negara Muslim sebagai bagian dari strategi diplomasi regional dan global.
RRI.CO.ID, Teheran — Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran ingin memperkuat hubungan politik dan ekonomi dengan negara-negara Muslim, terutama negara-negara tetangga. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-40, dilansir dari Anadolu, Sabtu, 29 Agustus 2026.
“Kami menginginkan hubungan baik dengan semua negara Islam, terutama negara-negara tetangga,” kata Araghchi dalam pertemuan dengan para tamu pada Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-40, menurut akun Telegram miliknya.
Araghchi mengatakan Iran menginginkan hubungan yang baik dengan seluruh negara Islam. Menurutnya, Teheran saat ini telah memiliki hubungan luas dengan berbagai negara Muslim dan ingin terus memperluas kerja sama ekonomi.
“Kami menginginkan hubungan ekonomi yang lebih luas dengan semua negara Islam, dan, alhamdulillah, kami memiliki hubungan yang luas dengan semuanya,” tambahnya.
Mengenai Mesir, Araghchi mengatakan Iran tidak memiliki alasan untuk berselisih dengan Kairo. Ia menegaskan Teheran siap memulihkan hubungan dengan Mesir jika pemerintah negara tersebut mengambil keputusan dan siap untuk kembali menjalin hubungan.
Terkait Lebanon, Araghchi mengatakan Iran ingin menjaga hubungan baik dengan seluruh kelompok politik dan faksi di negara tersebut. Teheran juga menyatakan kesiapan untuk mengembangkan hubungan dengan pemerintah Lebanon.
Iran juga ingin memperluas hubungan dengan negara-negara Afrika. Araghchi mengatakan pendekatan Teheran terhadap dunia Islam didasarkan pada prinsip persatuan.
Ia menambahkan bahwa Iran ingin memperluas hubungan dengan negara-negara Muslim di berbagai bidang. Dalam kebijakan tersebut, negara-negara tetangga tetap menjadi prioritas khusus bagi Teheran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....