Iran Buka Peluang Hidupkan Kembali Diplomasi dengan AS
- 29 Agt 2026 15:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa diplomasi dengan Amerika Serikat masih dapat dihidupkan kembali dan bukan hal yang mustahil.
- Pertemuan antara Araghchi dan Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani menghasilkan diskusi kreatif mengenai upaya mengurangi ketegangan bilateral.
- Qatar menunjukkan peran aktif sebagai mediator potensial dalam upaya normalisasi hubungan antara Iran dan Amerika Serikat.
RRI.CO.ID, Teheran — Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan diplomasi dengan Amerika Serikat masih dapat dihidupkan kembali. Menurut Araghchi, mengembalikan jalur diplomasi dengan Washington bukanlah hal yang mustahil, dilansir dari Anadolu, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Araghchi bertemu Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani di Teheran. Araghchi mengatakan pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah diskusi kreatif terkait upaya mengurangi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Araghchi menyebut keberhasilan diplomasi bergantung pada pemahaman Washington terhadap kondisi Iran. Menurutnya, Amerika Serikat harus menyadari bahwa tekanan terhadap Iran tidak akan berhasil.
Ia meminta Washington membangun kembali kepercayaan, berbicara saling menghormati, mengakui hak-hak Iran, serta memenuhi komitmen yang telah dibuat. Pernyataan tersebut muncul ketika Qatar terus melakukan upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Menteri Luar Negeri Qatar mengunjungi Teheran pada Kamis sebagai bagian dari upaya Doha mendorong de-eskalasi dan membuka kembali ruang dialog. Pembicaraan tersebut mencakup upaya menciptakan kondisi yang memungkinkan dialog antara Iran dan Amerika Serikat kembali berlangsung.
Kedua pihak juga membahas usulan pembentukan koridor navigasi bersama sementara melalui Selat Hormuz. Selain itu, upaya pembersihan ranjau di jalur perairan strategis tersebut turut menjadi bagian dari pembicaraan.
Situasi di Selat Hormuz menjadi perhatian di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Pembukaan jalur navigasi dan upaya pengamanan kawasan dinilai berkaitan erat dengan stabilitas pelayaran di wilayah tersebut.
Kunjungan Sheikh Mohammed juga memperlihatkan peran Qatar dalam mendorong komunikasi antara pihak-pihak yang bersitegang. Doha sebelumnya berulang kali terlibat dalam upaya diplomatik untuk meredakan konflik dan membuka ruang negosiasi.
Iran menginginkan hubungan diplomatik yang didasarkan pada kepercayaan, penghormatan terhadap hak-haknya, dan pemenuhan komitmen. Dengan demikian, keberlanjutan upaya diplomasi akan sangat bergantung pada kemampuan kedua pihak membangun kembali kepercayaan dan menciptakan kondisi dialog.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....