Qatar-Iran Bahas Koridor Pelayaran sementara di Hormuz
- 28 Agt 2026 15:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Qatar dan Iran membahas pembentukan koridor pelayaran sementara di Selat Hormuz, termasuk proyek bersama untuk membersihkan jalur tersebut dari ranjau guna menjaga keamanan lalu lintas kapal.
- Qatar mendorong diplomasi dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz, sementara Iran mengapresiasi peran Doha dalam upaya meredakan ketegangan dan membuka ruang dialog.
- Negosiasi Iran dan Oman mengenai pengaturan Selat Hormuz masih berlangsung, meskipun IRGC menyebut kedua negara telah menyepakati pembagian wilayah perairan dan pendapatan. Sumber senior Iran menegaskan belum ada kesepakatan final.
RRI.CO.ID, Doha — Qatar dan Iran membahas pembentukan koridor pelayaran sementara melalui Selat Hormuz pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kedua negara juga membahas proyek bersama untuk membersihkan jalur perairan tersebut dari ranjau, dilansir dari Xinhua.
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani melakukan kunjungan ke Teheran. Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi.
Pertemuan tersebut membahas kerangka sementara yang diusulkan untuk mengatur lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Sheikh Mohammed menekankan pentingnya menghormati kedaulatan negara-negara tetangga dan menjaga kebebasan navigasi di jalur perairan tersebut.
Ia juga mendorong kelanjutan upaya diplomatik untuk mengurangi ketegangan di kawasan dan menyelesaikan perbedaan melalui dialog. Sementara itu, Araghchi menyampaikan apresiasi kepada Qatar atas upaya diplomatik yang terus dilakukan untuk meredakan ketegangan.
Araghchi juga menghargai dukungan Doha terhadap upaya membuka ruang bagi dialog antara pihak-pihak terkait. Kunjungan Sheikh Mohammed ke Teheran berlangsung di tengah pembicaraan antara Iran dan Oman mengenai pengaturan Selat Hormuz.
Jalur perairan tersebut merupakan salah satu rute penting bagi lalu lintas pelayaran internasional. Gangguan terhadap Selat Hormuz dapat berdampak pada perdagangan dan transportasi di kawasan.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya menyatakan Iran dan Oman telah mencapai kesepakatan pembagian wilayah perairan Selat Hormuz. Kedua negara juga disebut telah membahas pembagian pendapatan yang berkaitan dengan kawasan tersebut.
Pernyataan itu muncul dalam laporan sejumlah media Iran. Namun, seorang sumber senior Iran mengatakan belum ada kesepakatan final antara Iran dan Oman mengenai Selat Hormuz.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses negosiasi antara Iran dan Oman masih berlangsung. Sementara itu, pembentukan koridor pelayaran sementara menjadi salah satu opsi untuk menjaga kelancaran lalu lintas kapal.
Selain koridor pelayaran, pembersihan ranjau menjadi bagian penting dalam pembahasan Qatar dan Iran. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Qatar menilai dialog dan diplomasi menjadi cara penting untuk mengatasi ketegangan terkait jalur perairan tersebut. Iran juga menyatakan penghargaan terhadap peran Qatar dalam mendorong upaya diplomatik.
Perkembangan ini berlangsung ketika negara-negara di kawasan berupaya memulihkan kebebasan navigasi dan menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Hingga kini, pengaturan permanen mengenai lalu lintas pelayaran di jalur strategis tersebut masih dalam proses pembahasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....