Gelombang Panas Ekstrem Membelah Italia, Suhu Tembus 44 Derajat Celcius

  • 29 Agt 2026 15:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gelombang panas kelima melanda Italia dengan suhu di sejumlah wilayah mencapai lebih dari 44 derajat Celcius, terutama di wilayah selatan dan kepulauan.
  • Wilayah tengah, selatan, dan kepulauan Italia mengalami suhu sekitar 10 derajat Celcius di atas rata-rata normal.
  • Sebaliknya, bagian utara Italia justru dilanda hujan deras dan badai petir sebagai fenomena cuaca yang berlawanan.

RRI.CO.ID, Roma — Gelombang panas kelima melanda Italia dengan suhu ekstrem di wilayah selatan dan kepulauan. Suhu di sejumlah wilayah mencapai lebih dari 44 derajat Celcius, dilansir Euro News, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Sementara itu, bagian utara negara tersebut justru dilanda hujan deras dan badai petir. Wilayah tengah, selatan, dan kepulauan Italia mengalami suhu sekitar 10 derajat Celcius di atas rata-rata.

Kondisi semakin terasa ekstrem karena tingkat kelembapan tinggi membuat suhu yang dirasakan setidaknya lima derajat lebih panas dibandingkan suhu sebenarnya. Sejumlah wilayah juga mengalami malam tropis dengan suhu mendekati 30 derajat Celcius.

Para ahli meteorologi memperkirakan suhu tinggi akan bertahan hingga September, meskipun sedikit penurunan suhu diperkirakan terjadi beberapa hari mendatang. Sembilan kota sebelumnya berada dalam status peringatan merah akibat gelombang panas.

Kota-kota tersebut meliputi Bari, Cagliari, Campobasso, Catania, Latina, Messina, Palermo, Reggio Calabria, dan Roma. Kementerian Kesehatan Italia memperkirakan kondisi sedikit membaik selama akhir pekan.

Namun, enam kota masih berada dalam status peringatan merah, sebelum jumlahnya turun menjadi empat kota pada Minggu, 23 Agustus 2026. Organisasi lingkungan WWF memperingatkan dampak yang semakin luas dari kondisi cuaca ekstrem tersebut.

WWF menyebut Juni dan Juli 2026 sebagai periode terpanas yang pernah tercatat di Eropa Barat. Di Italia, lebih dari 90.000 hektare hutan dilaporkan telah terbakar, meningkat 92 persen dibandingkan rata-rata 20 tahun terakhir.

Panas ekstrem, kekeringan, kelangkaan air, dan kebakaran hutan juga memberikan tekanan berat terhadap satwa liar. WWF menyerukan kepada pemerintah daerah untuk menangguhkan kegiatan perburuan pada September sebagai langkah perlindungan terhadap satwa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....