Iran: Selat Hormuz Tetap Ditutup hingga AS Penuhi Komitmen
- 27 Agt 2026 12:13 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan Selat Hormuz belum akan dibuka kembali sampai Amerika Serikat memenuhi komitmennya.
- Iran menuntut Washington untuk menerima persyaratan Teheran dan menjalankan kembali nota kesepahaman yang telah disepakati kedua negara.
- Juru bicara IRGC Hossein Mohibi mengatakan Selat Hormuz masih sepenuhnya berada di bawah kendali Iran dalam pernyataannya pada 26 Agustus 2026.
RRI.CO.ID, Teheran — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan Selat Hormuz belum akan dibuka kembali sampai Amerika Serikat memenuhi komitmennya. Iran juga menuntut Washington menerima persyaratan Teheran dan kembali menjalankan nota kesepahaman yang telah dicapai kedua negara.
Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara IRGC Hossein Mohibi pada Rabu, 26 Agustus 2026 dalam konferensi pers di Provinsi Isfahan, Iran tengah. Menurut Mohibi, Selat Hormuz masih berada di bawah kendali Iran, dilansir dari Anadolu, Kamis, 27 Agustus 2026.
Ia mengatakan tidak ada kapal militer musuh yang saat ini berada di perairan selat tersebut. Seluruh kapal yang dianggap bermusuhan disebut berada sedikitnya 400 kilometer dari Selat Hormuz.
Mohibi menegaskan tidak ada kapal yang dapat melintasi jalur perairan strategis tersebut tanpa izin tegas dari Teheran. Ia mengatakan Iran akan membuka kembali selat apabila Amerika Serikat menghentikan upayanya untuk menghambat proses dan kembali pada nota kesepahaman.
Sebaliknya, jika Washington tidak menerima persyaratan Iran, Mohibi menegaskan Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali dalam kondisi apa pun. Di sisi lain, Iran telah melakukan pembicaraan dengan Oman terkait pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz.
Menurut Mohibi, pembicaraan yang berlangsung sekitar satu bulan itu menghasilkan sejumlah kesepahaman yang dapat diterima kedua pihak. Kesepahaman tersebut mencakup pembagian wilayah perairan Selat Hormuz serta pendapatan transit yang berkaitan dengan jalur perairan tersebut.
Namun, Mohibi menuduh Amerika Serikat menghambat proses tersebut sehingga kemajuan menuju kesepakatan menjadi tertunda. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan Teheran dan Oman menyepakati jalur transit sementara melalui Selat Hormuz.
Jalur transit sementara selebar sekitar tujuh mil tersebut disepakati pada Selasa, 25 Agustus 2026. Namun, ia menegaskan kesepakatan itu tidak berarti selat tersebut telah dibuka kembali.
Gharibabadi mengatakan pembicaraan lanjutan akan dilakukan untuk menentukan jalur transit permanen. Ia juga menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz tetap bergantung pada pemenuhan komitmen Washington berdasarkan nota kesepahaman Islamabad.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....