Trump Klaim Selat Hormuz sebagai Wilayah Amerika

  • 22 Agt 2026 15:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden AS Donald Trump menyebut Selat Hormuz sebagai 'wilayah Amerika' pada 21 Agustus 2026 dalam konteks ketegangan dengan Iran.
  • AS sedang melakukan blokade militer terhadap pelayaran dan pelabuhan Iran sebagai bagian dari upaya mengakhiri perang yang berlangsung hampir enam bulan.
  • Pernyataan Trump mencerminkan eskalasi klaim keamanan maritim AS di kawasan Teluk Persia yang strategis untuk perdagangan global.

RRI.CO.ID, Washington — Presiden AS Donald Trump menyebut Selat Hormuz sebagai “wilayah Amerika” pada Jumat, 21 Agustus 2026. Pernyataan tersebut disampaikan ketika AS terus melakukan blokade militer terhadap pelayaran dan pelabuhan Iran, dilansir dari The Guardian.

Pemerintahan Trump masih berupaya mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir enam bulan dengan Iran. Trump mengatakan dirinya memandang Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika saat ini.

AS dan Iran belum berhasil mencapai kesepakatan damai saat kedua negara kini mendekati enam bulan. Saat ini, pemerintahan Trump berusaha menekan Iran melalui langkah-langkah ekonomi.

Salah satu langkah tersebut adalah membatasi akses Iran ke Selat Hormuz yang merupakan jalur penting bagi ekspor minyak Iran. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia biasanya melewati selat yang berada di antara wilayah Iran dan Oman tersebut.

Trump sebelumnya telah mengancam akan menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika. Ia mengatakan AS mengendalikan jalur tersebut melalui blokade dan menegaskan tidak ada kapal yang dapat melintas kecuali mendapat izin AS.

Ia juga mengatakan menyukai gagasan menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS. Trump kemudian mengunggah peta di media sosial yang menandai Selat Hormuz sebagai wilayah baru AS.

Pernyataan tersebut memicu penolakan dari Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menolak klaim Trump mengenai Selat Hormuz. Gharibabadi menyebut pernyataan Trump sebagai “delusi” dan menambah ketegangan terkait status Selat Hormuz di tengah konflik AS-Iran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....