Enam Negara Eropa Kecam Rencana Permukiman Israel
- 22 Agt 2026 14:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Enam pemimpin negara Eropa (Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Norwegia, dan Inggris) secara bersama-sama mengecam keputusan Israel menerbitkan tender untuk proyek permukiman E1 di Tepi Barat.
- Negara-negara Eropa tersebut menyerukan Israel untuk segera menarik kembali rencana pembangunan permukiman E1 yang kontroversial.
- Pernyataan bersama penolakan terhadap tender proyek Israel dirilis resmi oleh Istana Élysée pada Kamis, 20 Agustus 2026.
RRI.CO.ID, Paris — Pemimpin enam negara Eropa mengecam keputusan Israel menerbitkan tender pembangunan proyek permukiman E1 di Tepi Barat. Negara-negara tersebut adalah Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Norwegia, dan Inggris.
Melansir dari Xinhua, mereka menyerukan Israel segera menarik kembali rencana pembangunan tersebut. Pernyataan bersama itu dirilis oleh Istana Élysée pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Para pemimpin Eropa menyebut rencana permukiman tersebut sebagai langkah yang tidak dapat diterima. Mereka memperingatkan proyek E1 dapat memutus keterhubungan wilayah Tepi Barat.
Rencana itu juga dinilai dapat mengganggu kesinambungan wilayah Palestina yang dikhawatirkan semakin melemahkan prospek solusi dua negara. Para pemimpin enam negara itu kembali menegaskan bahwa permukiman Israel di Tepi Barat ilegal menurut hukum internasional.
Mereka juga merujuk pada sejumlah resolusi Dewan Keamanan PBB yang berkaitan dengan permukiman tersebut. Mereka menilai keputusan Israel muncul di tengah situasi kawasan yang sangat tidak stabil.
Situasi tersebut ditandai dengan meningkatnya kekerasan terhadap warga sipil dan perekonomian Palestina juga menghadapi pembatasan yang berat. Para pemimpin Eropa mendesak Israel menghentikan perluasan permukiman di Tepi Barat.
Mereka memperingatkan rencana tersebut dapat semakin menjauhkan kawasan dari perdamaian dan dapat merusak posisi Israel di mata masyarakat internasional. Pernyataan bersama tersebut turut memberikan peringatan kepada perusahaan yang ingin terlibat dalam proyek tersebut.
Perusahaan diminta mempertimbangkan risiko hukum dan reputasi dari keterlibatan mereka. Para pemimpin Eropa mengatakan perusahaan dapat menghadapi konsekuensi jika terlibat dalam pembangunan tersebut.
Mereka menilai keterlibatan dalam proyek itu berpotensi terkait dengan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Keenam negara kembali menyatakan komitmen terhadap perdamaian yang menyeluruh, adil, dan langgeng.
Mereka menegaskan solusi dua negara tetap menjadi dasar untuk mencapai perdamaian dan akan terus mendukung solusi tersebut. Israel sebelumnya melanjutkan rencana proyek permukiman E1 yang kontroversial pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Kementerian Konstruksi dan Perumahan Israel menerbitkan tender pembangunan sebanyak 1.234 unit rumah di kawasan tersebut. Pembangunan tersebut merupakan bagian dari rencana permukiman yang secara keseluruhan mencakup pembangunan sebanyak 3.401 unit rumah.
Kawasan E1 terletak di sebelah timur Yerusalem dan berada di wilayah Tepi Barat. Rencana pembangunan E1 kembali memicu kekhawatiran internasional mengenai masa depan wilayah Palestina dan solusi dua negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....