Trump Ancam Sanksi Ekonomi Negara Pendukung Iran

  • 20 Agt 2026 15:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Trump mengancam memberikan konsekuensi ekonomi kepada negara yang membantu atau berbisnis dengan Iran.
  • Ancaman disampaikan melalui media sosial Truth Social pada 20 Agustus 2026.
  • Amerika Serikat sedang meluncurkan operasi ekonomi yang sangat keras terhadap Iran tanpa rincian bentuk hukuman spesifik.

RRI.CO.ID, Washington — Presiden Donald Trump mengancam akan memberikan konsekuensi ekonomi besar kepada negara manapun yang membantu atau melakukan bisnis dengan Iran. Ancaman tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial Truth Social, dilansir dari BBC News, Kamis, 20 Agustus 2026.

Trump mengatakan Amerika Serikat sedang meluncurkan operasi ekonomi yang sangat keras terhadap Iran. Namun, ia tidak memberikan rincian mengenai bentuk hukuman yang akan diterapkan maupun menyebut negara tertentu dalam pernyataannya.

Ancaman tersebut muncul setelah gencatan senjata selama 60 hari dengan Iran berakhir pada Senin, 17 Agustus 2026. Hingga kini, belum terlihat jalur diplomatik maupun militer yang jelas untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Langkah terbaru Trump dinilai memperluas kampanye tekanan ekonomi terhadap Teheran yang dijalankan melalui Operasi Economic Fury. Operasi tersebut diluncurkan pada April untuk menargetkan bank dan perusahaan asing yang melakukan bisnis dengan Iran.

Trump mengatakan dirinya meluncurkan “D-Day ekonomi” terhadap Iran karena negara tersebut gagal mencapai kesepakatan dengan Washington. Ia memperingatkan negara yang memberikan bantuan keuangan atau ekonomi kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi besar.

Ancaman tersebut mencakup negara yang mengizinkan lembaga keuangan, perusahaan, bandara, atau entitas pemerintah membantu Iran. Trump juga menyerukan penghentian penyelundupan minyak dan berbagai jalur transfer dana ke Iran.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya mengatakan akan memberlakukan isolasi ekonomi terhadap Iran dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Operasi Economic Fury bertujuan memutus sumber pendapatan Iran melalui sanksi dan penghentian aktivitas bisnis asing dengan Teheran.

Operasi tersebut juga mencakup blokade laut untuk menghentikan ekspor Iran. Sementara itu, Amerika Serikat dan Oman secara terpisah tengah bernegosiasi dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....