Partai Ummat Jajaki Kerja Sama Politik dengan PKR Malaysia
- 16 Agt 2026 09:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kongres ini mengusung tema 'Memugar Reformasi, Membina MADANI' berlangsung selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 Agustus 2026
- Pembahasan kongres tersebut mencakup sejumlah isu, seperti ekonomi, pendidikan, kesejahteraan rakyat, isu regional, hingga kawasan
- Partai Keadilan Rakyat (PKR) Malaysia menggelar Kongres Nasional Keadilan 2026 di MITC, Ayer Keroh, Melaka
RRI.CO.ID, Jakarta - Partai Keadilan Rakyat (PKR) Malaysia menggelar Kongres Nasional Keadilan 2026 di MITC, Ayer Keroh, Melaka. Kongres ini mengusung tema 'Memugar Reformasi, Membina MADANI' berlangsung selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 Agustus 2026.
Sesi pembahasan dalam kongres tersebut menghadirkan 16 pembahas dari berbagai sayap PKR dan perwakilan negeri. Pembahasan kongres tersebut mencakup sejumlah isu, seperti ekonomi, pendidikan, kesejahteraan rakyat, isu regional, hingga kawasan.
Salah satu perwakilan Indonesia yang hadir yaitu, Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar, dan Sekjennya Taufik Hidayat. Heikal mengapresiasi sambutan dan undangan langsung dari Perdana Menteri Malaysia, sekaligus Presiden PKR, Datuk Seri Anwar Ibrahim.
"Selain itu juga Penyelenggaraan Karnival Rahmah Mega. Serta kerja sama strategik bersama berbagai agensi pemerintah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat," kata Heikal dalam keterangan tertulis di Jakarta, pada Minggu 16 Agustus 2026.
Kongres Nasional Keadilan 2026 ini juga diisi dengan penyampaian Anugerah Bill Kayong kepada lima keluarga. Hal ini sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian anggota yang dinilai berjasa kepada partai.
Heikal menyampaikan salam hormat dari Ketua Majelis Syuro DPP Partai Ummat Amien Rais, dan Ketua Umumnya Ridho Rahmadi. Salam tersebut disampaikan langsung kepada Anwar Ibrahim, serta seluruh peserta Kongres Nasional Keadilan 2026.
Heikal menyebut, Anwar Ibrahim dalam pidatonya menyoroti sejumlah agenda penting bagi PKR dan pemerintahan Malaysia. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Perjanjian Malaysia 1963, khususnya terkait hak Sabah dan Sarawak.
"Perdana Menteri Malaysia menegaskan bahwa PKR dan pemerintahan Madani menempatkan Perjanjian Malaysia 1963 terkait hak Sabah dan Sarawak. Agenda tersebut sebagai agenda nasional yang memerlukan perhatian khusus, bukan sekadar isu regional," ucapnya.
Heikal menerangkan, Anwar Ibrahim juga menekankan pentingnya menjaga semangat reformasi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, penekanan tersebut untuk terus mempertahankan sekaligus memugar semangat reformasi sebagai bagian dari kelanjutan agenda perubahan di Malaysia.
"Anwar Ibrahim menyatakan sebagai kelanjutan reformasi, mengajak seluruh pendukung dan kader partai untuk terus mempertahankan, serta memugar semangat reformasi dalam pentadbiran negara tanpa menafikan perubahan positif yang telah tercapai," ujarnya.
Heikal menambahkan, kehadiran Partai Ummat dalam kongres tersebut tentunya memberikan sejumlah manfaat. Terutama dalam memperluas wawasan dan membuka peluang kerja sama dengan partai politik di luar negeri.
"Kami petik khusus untuk kemaslahatan Partai Ummat kedepannya yang semakin moderen dan terbuka. Bekerja sama dengan Pemimpin Partai baik di dalam negeri maupun di luar negeri, " pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....