Menlu RI-Tiongkok Buka Dialog Strategis Komprehensif Pertama di Jakarta
- 21 Agt 2026 11:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menlu RI Sugiono dan Menlu Tiongkok Wang Yi membuka pertemuan perdana Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) Indonesia-Tiongkok di Jakarta.
- Sugiono mengatakan CSD menjadi platform strategis untuk mengarahkan kerja sama bilateral Indonesia-Tiongkok ke depan.
- Wang Yi menilai CSD akan memperkuat landasan kelembagaan kerja sama lima pilar Indonesia-Tiongkok sekaligus mendorong pembangunan komunitas Tiongkok-Indonesia dengan masa depan bersama.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menlu RI Sugiono dan Menlu Tiongkok Wang Yi membuka pertemuan perdana Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) Indonesia-Tiongkok di Jakarta. Pertemuan yang berlangsung Jumat, 21 Agustus di Jakarta ini menjadi tonggak baru dalam penguatan kemitraan strategis kedua negara.
Sugiono mengatakan CSD menjadi platform strategis untuk mengarahkan kerja sama bilateral Indonesia-Tiongkok ke depan. Mekanisme tersebut mencakup lima pilar kerja sama, yakni politik, ekonomi, maritim, hubungan antarmasyarakat, dan keamanan.
“Pertemuan perdana DSC hari ini menandai tonggak penting dalam hubungan bilateral kita, mekanisme ini menjadi platform strategis yang berorientasi ke depan. Yaitu, untuk mengarahkan kemitraan bilateral kita di lima pilar, yaitu politik, ekonomi, maritim, hubungan antarmasyarakat, dan keamanan,” kata Sugiono dalam pembukaan pertemuan.
Menurut Sugiono, CSD juga bertepatan dengan rencana dimulainya pembahasan Rencana Aksi Indonesia-Tiongkok 2027-2031. Rencana tersebut akan menjadi kelanjutan dari Rencana Aksi 2022-2026 yang saat ini berlaku.
Sugiono mengatakan momentum tersebut penting karena Tiongkok baru memulai Rencana Lima Tahun ke-15. Sementara, Indonesia tengah menjalankan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 menuju Indonesia Emas 2045.
Ia menambahkan, pertemuan perdana CSD menjadi kesempatan bagi kedua negara untuk mengevaluasi kerja sama yang telah berjalan dan memperdalam kolaborasi. Kemudian, mengidentifikasi prioritas strategis, serta menerjemahkan kesepakatan kedua kepala negara menjadi hasil yang konkret dan saling menguntungkan.
Sementara itu, Wang Yi menyambut baik pembentukan mekanisme CSD. Menurut dia, mekanisme tersebut merupakan langkah penting untuk mengimplementasikan kesepakatan yang telah dicapai Presiden Indonesia dan Presiden Tiongkok.
“Pembentukan mekanisme Dialog Strategis Komprehensif juga merupakan langkah penting yang diambil kedua pihak. Untuk mengimplementasikan kesepakatan kedua kepala negara,” kata Wang Yi.
Wang Yi menilai CSD akan memperkuat landasan kelembagaan kerja sama lima pilar Indonesia-Tiongkok sekaligus mendorong pembangunan komunitas Tiongkok-Indonesia dengan masa depan bersama. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan komunikasi dan koordinasi strategis kedua negara di tengah situasi dunia yang dinamis dan penuh gejolak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....