Kolombia Hadapi Bencana Ganda, Kebakaran Meluas Pascagempa
- 15 Agt 2026 14:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kolombia menghadapi krisis bencana ganda dengan puluhan kebakaran hutan aktif yang menyebar cepat di berbagai wilayah negara.
- Gempa bumi magnitudo 7,4 melanda Kolombia pada awal pekan kemarin, memperumit upaya pemulihan dari bencana kebakaran.
- Sebanyak 344 munisipalitas di Kolombia telah dinyatakan berada dalam status siaga merah akibat ancaman kebakaran hutan yang berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Bogota — Kolombia menghadapi krisis bencana ganda akibat kebakaran hutan dan gempa bumi besar. Puluhan kebakaran hutan aktif menyebar dengan cepat di berbagai wilayah negara tersebut, dilansir dari Anadolu, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Kondisi tersebut memperumit upaya pemulihan setelah gempa magnitudo 7,4 melanda pada awal pekan kemarin. Sebanyak 344 munisipalitas kini berada dalam status siaga merah akibat ancaman kebakaran hutan.
Jumlah tersebut meningkat 93 persen hanya dalam satu hari. Lonjakan ancaman kebakaran dipicu suhu panas ekstrem dan kondisi kering, menurut Institut Hidrologi, Meteorologi, dan Studi Lingkungan Kolombia (IDEAM).
Puluhan titik kebakaran aktif terutama terkonsentrasi di sejumlah departemen, termasuk Tolima, Cesar, Norte de Santander, Antioquia, Narino, dan Santander. Pemerintah mengerahkan petugas pemadam kebakaran untuk menangani kebakaran tersebut.
Pasukan militer dan personel darurat juga dikerahkan ke sejumlah lokasi. Pemerintah turut menggunakan dukungan udara untuk mempercepat upaya pemadaman.
Kebakaran telah menghancurkan vegetasi, lahan pertanian, dan rumah di sejumlah wilayah. Luas area yang terdampak kebakaran telah mencapai lebih dari 11.000 hektare.
Kondisi cuaca diperkirakan masih dapat memperburuk situasi kebakaran. IDEAM memperkirakan terdapat kemungkinan 90 persen fenomena El Nino bertahan hingga awal 2027.
Anomali panas ekstrem diperkirakan mencapai puncaknya menjelang akhir tahun. Lonjakan kebakaran memberikan tekanan besar kepada tim darurat yang sudah bekerja maksimal.
Tim tersebut sebelumnya telah dikerahkan untuk menangani dampak gempa pada 10 Agustus. Laporan resmi mencatat 288 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut dan 4.018 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Gempa juga menyebabkan 12.504 rumah hancur dan lebih dari 80.000 bangunan lainnya mengalami kerusakan. Tim pemadam dari berbagai departemen turut dikirim untuk menangani kebakaran.
Situasi semakin rumit karena aktivitas Gunung Purace di Cauca meningkat dan Badan Penanggulangan Risiko Nasional kini memantau aktivitas gunung tersebut. Pemerintah Kolombia harus menangani kebakaran, dampak gempa, dan potensi aktivitas vulkanik secara bersamaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....