Pakistan Desak AS Terapkan MoU Islamabad untuk Akhiri Konflik
- 15 Agt 2026 13:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pakistan mendesak Amerika Serikat menerapkan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad secara utuh dan sesuai semangat kesepakatan untuk mengakhiri ketegangan Timur Tengah.
- Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar menyatakan bahwa penerapan penuh MoU merupakan satu-satunya jalan untuk menyelesaikan persoalan regional.
- Desakan tersebut disampaikan saat Ishaq Dar bertemu dengan Kuasa Usaha AS Natalie A. Baker di Islamabad dalam pertemuan bilateral.
RRI.CO.ID, Islamabad — Pakistan mendesak Amerika Serikat menerapkan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad secara utuh dan sesuai dengan semangat kesepakatan. Islamabad menilai penerapan MoU tersebut penting untuk mengakhiri ketegangan yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar menyampaikan desakan itu saat bertemu Kuasa Usaha AS Natalie A. Baker di Islamabad. Dar mengatakan penerapan penuh MoU merupakan satu-satunya jalan untuk menyelesaikan persoalan regional.
Melansir dari Anadolu, Sabtu, 15 Agustus 2026, Dar mengatakan bahwa penyelesaian konflik harus dilakukan melalui dialog dan diplomasi. Dar juga menegaskan kembali komitmen Pakistan terhadap perdamaian dan keamanan regional.
Dalam pertemuan tersebut, Dar dan Baker membahas hubungan bilateral Pakistan dan AS serta perkembangan terbaru di kawasan. Baker memuji peran konstruktif Pakistan dalam mendorong perdamaian dan stabilitas regional.
Dar kembali menekankan pentingnya penerapan penuh MoU Islamabad. Ia menegaskan bahwa dialog dan diplomasi merupakan cara yang layak untuk menyelesaikan persoalan yang masih belum terselesaikan.
MoU Islamabad merupakan bagian dari upaya Pakistan membantu meredakan konflik antara AS dan Iran. AS dan Iran sebelumnya menyepakati gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada April.
Kedua negara kemudian menandatangani MoU pada 17 Juni yang menjadi dasar dimulainya perundingan menuju kesepakatan final. Namun, proses perundingan kemudian mengalami kebuntuan akibat perbedaan pandangan mengenai jaminan keamanan.
Kedua pihak juga berbeda pendapat mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Ketegangan mengenai jalur tersebut menjadi salah satu persoalan utama dalam perundingan AS dan Iran.
Pakistan kini kembali mendorong kedua pihak menyelesaikan konflik melalui diplomasi dan dialog. Islamabad berharap penerapan MoU secara penuh dapat membuka jalan menuju perdamaian dan meredakan ketegangan regional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....