Pakistan Pastikan akan Terus Terlibat Sebagai Mediator Perdamaian Iran-AS

  • 06 Agt 2026 14:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pakistan memastikan akan terus berperan dalam tercapainya perdamaian pada konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
  • uta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri menyoroti keberhasilan Pakistan sebagai mediator dan fasilitator pembicaraan damai antara delegasi Iran dan AS pada April lalu.
  • Secara khusus Chaudhri memberikan apresiasi kepada para pihak yang telah memberikan kepercayaan atas kepemimpinan Pakistan untuk memediasi Iran dan AS.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pakistan memastikan akan terus berperan dalam tercapainya perdamaian pada konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pakistan berkomitmen memberikan segala bentuk bantuan yang memungkinkan, dalam konflik yang telah berlangsung sejak Februari 2026 itu.

“Kami telah berperan sebagai mediator dan fasilitator, dan kami akan terus menjalankan peran tersebut untuk membantu mengakhiri konflik ini serta mewujudkan perdamaian. Kami percaya perdamaian sangat penting, bukan hanya bagi kedua pihak yang terlibat, bukan hanya bagi kawasan, tetapi juga bagi seluruh dunia,” kata Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri saat peringatan “Hari Kashmir”, Rabu, 5 Agustus 2026 sore di Jakarta.

Menurutnya, satu-satunya solusi bagi konflik ini adalah melalui keterlibatan, dengan negosiasi dan duduk bersama di meja perundingan. “Kami juga meyakini bahwa perang bukanlah solusi bagi sengketa apa pun,” ucapnya.

“Dalam semangat itulah kami terus berupaya mewujudkan perdamaian di kawasan dan mencari penyelesaian sengketa melalui perundingan.”

Secara khusus Chaudhri menyoroti keberhasilan Pakistan sebagai mediator dan fasilitator pembicaraan damai antara delegasi Iran dan AS pada April lalu. Pertemuan yang dikenal dengan “Islamabad Talks” itu berhasil mempertemukan kedua pihak bersedia duduk di meja perundingan.

“Kedua pihak sudah lama tidak berbicara secara langsung, kalaupun ada sifatnya hanya tidak langsung, selama beberapa dekade tidak pernah ada keterlibatan di tingkat pemimpin. Karena itu, sangat penting agar kedua pihak dapat duduk bersama, kami berhasil mempertemukan mereka dan membuat mereka bersedia duduk di meja perundingan,” kata Dubes Chaudri.

Secara khusus Chaudhri memberikan apresiasi kepada para pihak yang telah memberikan kepercayaan atas kepemimpinan Pakistan untuk memediasi Iran dan AS. Meski di sisi lain, ia menyadari hal itu bukan merupakan proses yang mudah.

“Namun demikian, seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya, ini bukanlah proses yang mudah, sejauh ini prosesnya cukup sulit. Meski begitu, kami tetap yakin bahwa satu-satunya jalan ke depan adalah melalui keterlibatan diplomatik dan negosiasi,” katanya menambahkan.

Sementara, terbaru Iran menyatakan telah menyepakati koordinat jalur pelayaran baru melalui Selat Hormuz bersama Oman, dilansir Al Jazeera. Kesepakatan yang telah dinegosiasikan selama beberapa pekan tersebut bertujuan untuk memulihkan gencatan senjata 17 Juni antara Washington dan Teheran.

Kemudian, menyelesaikan perselisihan mengenai pelayaran di jalur perairan strategis yang pada masa damai dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Serta, membuka ruang bagi perundingan yang lebih luas mengenai program nuklir Iran dan berbagai isu lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....