Presiden Lebanon Tegaskan Israel Harus Mundur Sepenuhnya
- 12 Agt 2026 14:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Lebanon Joseph Aoun mengumumkan bahwa perundingan dengan Israel telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya negosiasi bilateral.
- Penarikan lengkap pasukan Israel dari seluruh wilayah Lebanon tetap menjadi kondisi dan prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan.
- Aoun berkomitmen untuk merekonstruksi dan membangun kembali negara Lebanon sebagai bagian integral dari visi jangka panjangnya.
RRI.CO.ID, Beirut — Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan perundingan dengan Israel mengalami kemajuan. Namun, Aoun menegaskan bahwa penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah Lebanon tetap menjadi prioritas.
Ia menyatakan Lebanon tidak akan menerima keberadaan Israel di bagian mana pun dari wilayahnya. Aoun juga menegaskan komitmennya untuk membangun kembali negara Lebanon, dilansir dari The Jerusalem Post, Rabu, 12 Agustus 2026.
Aoun mengatakan proses tersebut akan terus dilakukan meskipun menghadapi berbagai hambatan. Menurut Aoun, diplomasi merupakan jalan yang lebih baik dibandingkan kembali ke perang yang menghancurkan.
Aoun mengatakan kesepakatan kerangka kerja telah membantu mengurangi skala serangan Israel terhadap Lebanon. Kondisi tersebut dinilai mendorong lebih banyak warga Lebanon kembali ke negaranya selama musim panas.
Meski demikian, Aoun menegaskan penarikan penuh Israel tetap menjadi tujuan utama perundingan. Pemulangan tahanan Lebanon juga menjadi salah satu prioritas dalam proses negosiasi.
Aoun mengatakan tidak ada perbedaan di antara warga Lebanon mengenai tujuan tersebut. Ia menegaskan Lebanon tidak akan membiarkan satu pun tentara Israel tetap berada di wilayahnya.
Menurut Aoun, Israel tidak boleh mempertahankan wilayah Lebanon bahkan sejengkal pun. Ia juga menolak anggapan bahwa wilayah yang direbut dengan kekuatan hanya dapat diperoleh kembali melalui kekuatan.
Aoun mengatakan proses diplomatik yang sedang berlangsung telah menunjukkan bahwa pandangan tersebut tidak selalu benar. Ia menilai warga Lebanon di wilayah selatan berhak hidup damai di tanah mereka sendiri.
“Sudah waktunya bagi warga Selatan untuk beristirahat dan menetap di tanah mereka, daripada membiarkan perang terus berlangsung atas nama mereka demi tujuan-tujuan yang bukan kepentingan Lebanon,” kata Aoun.
Pejabat Israel dan Lebanon sebelumnya bertemu di Roma untuk melanjutkan perundingan yang berakhir pada 6 Agustus. Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas sejumlah isu penting terkait keamanan, salah satunya pelucutan senjata Hezbollah.
Mereka juga membahas program percontohan untuk penarikan pasukan Israel dari Lebanon. Selain itu, kedua pihak membicarakan rencana kesepakatan perdamaian dan keamanan yang komprehensif.
Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan perundingan masih menjadi bagian dari upaya mencapai stabilitas jangka panjang. Putaran perundingan Israel-Lebanon berikutnya diperkirakan berlangsung pada awal September.
Perundingan selanjutnya diharapkan membahas lebih lanjut penarikan pasukan Israel dan isu keamanan lainnya. Aoun menegaskan bahwa Lebanon akan terus mendorong penyelesaian diplomatik dengan tujuan mengakhiri keberadaan militer Israel di wilayahnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....