Lebanon Sebut Ada Kemajuan Positif dalam Perundingan dengan Israel

  • 08 Agt 2026 16:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Lebanon Joseph Aoun menyampaikan pandangan positif setelah perundingan Lebanon-Israel putaran ketujuh di Roma.
  • Pembicaraan mencakup isu-isu kritis termasuk gencatan senjata, pembongkaran rumah, perbatasan, pertukaran tahanan, serta pembentukan zona percontohan.
  • Perundingan berlangsung di tengah serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon selatan.

RRI.CO.ID, Beirut — Presiden Lebanon Joseph Aoun menyampaikan pandangan positif setelah putaran terbaru perundingan Lebanon-Israel yang berlangsung di Roma. Perundingan tersebut merupakan putaran ketujuh dan digelar di tengah berlanjutnya serangkaian serangan Israel di Lebanon selatan.

Dalam rapat kabinet pada Jumat, 7 Agustus 2026, Aoun mengatakan pembicaraan mencakup sejumlah isu penting. Isu tersebut termasuk gencatan senjata, pembongkaran rumah, perbatasan, pertukaran tahanan, serta pembentukan dan pengembangan zona percontohan.

Aoun menyebut terdapat kemajuan positif dalam pembahasan mengenai perbatasan dan tahanan. Ia berharap langkah-langkah praktis dapat segera diambil setelah perundingan tersebut, dilansir dari Al Jazeera.

Ia juga menyoroti pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada bulan sebelumnya. Menurut Aoun, pemerintah AS memahami situasi yang dihadapi Lebanon.

Departemen Luar Negeri AS turut menggambarkan perundingan Lebanon-Israel sebagai pembicaraan yang produktif. Washington mengatakan kedua negara semakin dekat untuk mencapai kesepakatan mengenai pengembangan dan perluasan proses zona percontohan.

Namun, perkembangan diplomatik tersebut berlangsung di tengah ketegangan yang masih terjadi di lapangan. Keluarga-keluarga yang mengungsi di Lebanon menyatakan semakin frustrasi terhadap tindakan Israel dan penolakannya untuk mematuhi kesepakatan kerangka kerja.

Pada Jumat, Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan serangkaian serangan baru Israel. Militer Israel mengeluarkan perintah pengungsian paksa bagi warga al-Mansouri, meskipun warga mengatakan wilayah tersebut berada di luar zona pendudukan Israel.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses diplomatik antara Lebanon dan Israel masih berlangsung di tengah ketegangan. Serangan di Lebanon selatan juga terus terjadi selama perundingan berlangsung.

Beirut berharap pembicaraan dapat menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat gencatan senjata. Pemerintah Lebanon juga berharap sejumlah persoalan yang masih menjadi sengketa dapat segera diselesaikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....