Badai Chan-hom Terjang Tokyo, Ribuan Rumah Kehilangan Listrik
- 12 Agt 2026 14:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badai tropis Chan-hom mendarat di Tokyo pada Selasa, 11 Agustus 2026 malam dan menyebabkan kerusakan signifikan termasuk penumbangan pohon dan pemadaman listrik di ribuan rumah.
- Setidaknya lima orang mengalami luka ringan akibat badai, dan badai melemah secara signifikan setelah memasuki bagian selatan Prefektur Ibaraki pada Rabu, 12 Agustus 2026.
- Badai bergerak ke arah barat setelah mendarat, menunjukkan pola pergerakan yang dipantau oleh otoritas cuaca dan media internasional termasuk AP News.
RRI.CO.ID, Tokyo — Badai tropis Chan-hom bergerak ke arah barat pada Rabu, 12 Agustus 2026 setelah mendarat di Tokyo pada Selasa, 11 Agustus 2026 malam. Badai tersebut menumbangkan sejumlah pohon dan menyebabkan ribuan rumah kehilangan aliran listrik.
Melansir dari AP News, Rabu, 12 Agustus 2026, sedikitnya lima orang mengalami luka ringan akibat badai. Chan-hom melemah secara signifikan setelah mendarat di bagian selatan Prefektur Ibaraki.
Pada Rabu pagi, badai berada di dekat Gifu, Jepang tengah, sebelum bergerak menuju Teluk Wakasa di pesisir utara-tengah Jepang. Badan Meteorologi Jepang mencatat kecepatan angin berkelanjutan mencapai 64 kilometer per jam.
Badai tersebut menerjang Jepang beberapa hari setelah Topan Dolphin menyebabkan kekacauan di wilayah selatan negara itu. Dolphin sebelumnya melumpuhkan lalu lintas dan membuat ratusan orang mengungsi ke tempat penampungan.
Setelah melemah menjadi badai, Dolphin menewaskan 10 orang di Filipina dan menyebabkan banjir di Tiongkok, memaksa ratusan ribu orang mengungsi. Di Tokyo, kereta komuter dan penerbangan tetap beroperasi secara normal, sementara aktivitas bisnis hampir berjalan seperti biasa.
Namun, badan meteorologi memperingatkan warga di Jepang utara dan barat mengenai hujan lebat serta petir. Hingga Rabu pagi, lebih dari 3.000 rumah di Ibaraki dan Tochigi masih tidak mendapatkan listrik.
Badai juga menumbangkan pohon di sejumlah lokasi di Tokyo, termasuk di kawasan perbelanjaan mewah Omotesando. Tidak ada korban luka akibat pohon yang tumbang di kawasan tersebut.
Chan-hom turut mengganggu perjalanan masyarakat selama pekan libur Buddhis Bon di Jepang. Sekitar 60 penerbangan dari dan menuju Bandara Haneda Tokyo dibatalkan pada Selasa.
Di Ibaraki, Pantai Oarai yang populer juga ditutup akibat kondisi badai dan tampak sepi. Pendaratan Chan-hom pada Selasa menjadi kejadian pertama badai tropis atau topan di Ibaraki sejak pencatatan dimulai pada 1951.
Kondisi cuaca akibat badai masih berpotensi membawa hujan lebat di sejumlah wilayah Jepang. Warga di daerah yang terdampak diminta tetap waspada terhadap hujan dan petir.
Pemerintah dan otoritas terkait terus memantau pergerakan Chan-hom saat badai bergerak ke arah barat. Meski Chan-hom telah melemah, dampaknya masih dirasakan melalui gangguan listrik, kerusakan pohon, dan pembatalan perjalanan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....