Gempa 7,4 Guncang Kolombia, Getaran Mencapai Panama dan Ekuador

  • 11 Agt 2026 13:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gempa bumi bermagnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin, 10 Agustus 2026, mengakibatkan sedikitnya 111 orang meninggal.
  • Sekitar 1.600 bangunan mengalami kerusakan, dengan sedikitnya 61 bangunan dilaporkan runtuh sepenuhnya di berbagai wilayah Kolombia.
  • Tim penyelamat dan warga terus melakukan operasi pencarian untuk menemukan korban yang terjebak di bawah reruntuhan, khususnya di kota Cali yang mengalami kerusakan parah.

RRI.CO.ID, Bogota — Gempa bumi bermagnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin, 10 Agustus 2026 dan menewaskan sedikitnya 111 orang. Gempa tersebut juga merusak sekitar 1.600 bangunan di berbagai wilayah, dengan sedikitnya 61 bangunan dilaporkan runtuh sepenuhnya.

Melansir dari AP News, tim penyelamat dan warga terus mencari korban yang terjebak di bawah reruntuhan. Cali menjadi salah satu kota yang mengalami kerusakan parah akibat gempa.

Guncangan juga menghantam Pereira, Quibdo, dan Manizales, serta dirasakan hingga negara tetangga Ekuador dan Panama. Pusat gempa berada di San Jose del Palmar, wilayah Choco, sekitar 400 kilometer sebelah barat Bogota.

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella mengatakan sedikitnya 87 orang mengalami luka-luka. Pemerintah kemudian menetapkan status darurat untuk mempercepat pendanaan pemulihan pascagempa.

Layanan Geologi Kolombia menyebut gempa tersebut sebagai yang terkuat yang tercatat di negara itu pada abad ke-21. Wilayah pusat gempa berada di kawasan Cincin Api Pasifik yang dikenal memiliki aktivitas seismik tinggi.

Choco merupakan salah satu wilayah termiskin di Kolombia dan sebagian besar daerahnya sulit dijangkau. Kondisi geografis tersebut menyulitkan petugas memperkirakan jumlah korban dan kerusakan secara keseluruhan.

Korban tewas dilaporkan berasal dari sejumlah wilayah, termasuk Risaralda, Valle del Cauca, Choco, Caldas, dan Antioquia. Salah satu basis data mencatat lebih dari 2.000 orang hilang, terutama dari Cali dan Pereira.

Di Cali, warga dan tim penyelamat mencari korban di sekitar ratusan bangunan yang rusak. Pemerintah daerah mengatakan sejumlah orang masih terjebak di beberapa dari 380 bangunan yang terdampak di kota tersebut.

Di Pereira, bagian langit-langit bandara runtuh ketika warga berlindung dari gempa. Wali Kota Pereira mengatakan sedikitnya 15 bangunan runtuh dan dikhawatirkan terdapat korban yang terjebak.

Penerbangan di sejumlah bandara di wilayah terdampak ditangguhkan untuk pemeriksaan kerusakan. Bantuan internasional mulai berdatangan, dengan Amerika Serikat menjanjikan bantuan sebesar 15,5 juta dolar AS (Rp276,5 miliar) untuk penanganan darurat.

El Salvador dan Meksiko juga menyatakan kesiapan mengirim bantuan kepada Kolombia. Sementara itu, Chile turut berjanji membantu karena memiliki pengalaman menghadapi gempa bumi besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....