Belanda Dilanda Kekeringan Parah, Krisis Air Meningkat

  • 31 Jul 2026 13:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kekeringan di Belanda semakin parah akibat penurunan debit sungai dan air tanah, sementara cuaca panas dan kering diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa pekan ke depan.
  • Krisis air mulai berdampak pada lingkungan, pertanian, dan pelayaran, termasuk pembatasan jalur pelayaran, meningkatnya intrusi air asin, penurunan kualitas air, serta penutupan Pintu Air Eefde.
  • Pemerintah menaikkan status menjadi "kekurangan air aktual" dan mengimbau masyarakat serta pelaku usaha menghemat penggunaan air meski pasokan air minum nasional masih aman.

RRI.CO.ID, Amsterdam — Kementerian Infrastruktur dan Pengelolaan Air Belanda menyatakan kondisi kekeringan di negara itu terus memburuk. Kekeringan tersebut terjadi seiring menurunnya debit aliran sungai dan tingkat air tanah, dilansir dari Xinhua, Jumat, 31 Juli 2026.

Cuaca hangat dan kering diperkirakan berlangsung beberapa pekan ke depan sehingga semakin menekan ketersediaan sumber daya air tawar. Kementerian menyebut kekeringan yang berkepanjangan mulai berdampak serius terhadap lingkungan, sektor pertanian, dan pelayaran di perairan pedalaman.

"Diperkirakan cuaca hangat dan didominasi kondisi kering akan terus berlanjut dalam beberapa pekan ke depan, sehingga memberikan tekanan lebih besar terhadap sumber daya air tawar negara yang sudah terbatas," kata kementerian dalam sebuah pernyataan.

Penurunan permukaan air mengurangi kedalaman jalur pelayaran sehingga otoritas memberlakukan pembatasan tambahan di sejumlah perairan. Selain itu, intrusi air asin semakin meningkat, terutama di kawasan muara Rhine-Meuse dan wilayah barat Belanda.

Penurunan kualitas air juga memicu semakin seringnya kemunculan alga biru-hijau serta meningkatnya kematian ikan. Pekan lalu, Pintu Air Eefde yang menjadi akses menuju Kanal Twente ditutup bagi aktivitas pelayaran akibat kekeringan yang berkepanjangan.

Meski demikian, pemerintah memastikan pasokan air minum nasional masih aman dan belum mengalami kendala. Kementerian tetap mengimbau masyarakat maupun pelaku usaha menggunakan air secara bijaksana untuk menjaga ketersediaan pasokan.

Sebelumnya, pada 16 Juli, pemerintah meningkatkan status air nasional dari "potensi kekurangan air" menjadi "kekurangan air aktual". Hal tersebut dikarenakan kekeringan berkepanjangan dan suhu tinggi terus membebani sumber daya air di Belanda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....