Israel dan Lebanon Lanjutkan Perundingan Damai di Roma

  • 29 Jul 2026 19:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Israel dan Lebanon akan melanjutkan perundingan damai yang dimediasi Amerika Serikat di Roma pada 4–6 Agustus, dengan fokus pada implementasi penuh perjanjian kerangka kerja keamanan.
  • Agenda pembahasan mencakup perluasan zona percontohan di Lebanon selatan, penyelesaian sengketa perbatasan, serta upaya menuju perjanjian damai dan keamanan yang komprehensif.
  • Washington menilai perundingan dimulai dengan momentum positif dan menegaskan kerangka kerja trilateral sebagai jalan menuju perdamaian berkelanjutan, di tengah masih berlangsungnya pendudukan Israel di sebagian wilayah Lebanon selatan.

RRI.CO.ID, Roma — Putaran baru perundingan antara Israel dan Lebanon yang dimediasi Amerika Serikat akan digelar di Roma pada 4–6 Agustus. Pertemuan tersebut akan melibatkan kelompok kerja teknis yang berfokus pada implementasi penuh perjanjian kerangka kerja keamanan yang disepakati kedua negara.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan perundingan dimulai dengan momentum yang positif. Hal tersebut didukung oleh keberhasilan peluncuran zona percontohan pertama di Lebanon selatan, dilansir dari Anadolu, Rabu, 29 Juli 2026.

Selain itu, pertemuan Presiden Lebanon Joseph Aoun dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pekan lalu juga dinilai berlangsung produktif. Agenda pembahasan mencakup perluasan zona percontohan dan penyelesaian sengketa perbatasan yang masih tertunda.

Selain itu, agenda yang dibahas juga termasuk upaya mencapai perjanjian damai dan keamanan yang komprehensif. Zona percontohan menjadi langkah awal untuk memulihkan kewenangan negara Lebanon melalui pelucutan senjata kelompok bersenjata yang dapat diverifikasi.

Program tersebut juga diharapkan membangun kepercayaan kedua pihak, sementara hasil pelaksanaannya akan menjadi bahan evaluasi sebelum diperluas secara bertahap. Amerika Serikat menegaskan kerangka kerja trilateral merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan.

Selain itu, Washington juga berkomitmen mendukung keberhasilan implementasinya. Perjanjian kerangka kerja yang ditandatangani Lebanon dan Israel mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari Lebanon tanpa jadwal pasti.

Penarikan tersebut bergantung pada kesiapan Angkatan Darat Lebanon mengambil alih tanggung jawab keamanan serta pelucutan senjata kelompok bersenjata. Menurut data resmi pemerintah Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan 4.328 orang dan melukai 12.232 lainnya.

Hingga kini, Israel masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan. Perundingan di Roma diharapkan menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat implementasi kesepakatan dan mewujudkan perdamaian yang lebih berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....