Trump Pilih Kesepakatan dengan Iran, Opsi Militer Tetap Terbuka

  • 06 Agt 2026 15:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden AS, Donald Trump, menyatakan preferensinya untuk menyelesaikan konflik dengan Iran melalui negosiasi dan diplomasi daripada melalui tindakan militer.

RRI.CO.ID, Washington — Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan dirinya lebih memilih mencapai kesepakatan dengan Iran daripada menempuh aksi militer. Meski begitu, penggunaan kekuatan tetap menjadi pilihan apabila upaya diplomasi gagal membuahkan hasil.

Dikutip dari Anadolu, pernyataan tersebut disampaikan Trump pada sebuah acara di Las Vegas, Rabu 5 Agustus 2026. Dia mengaku lebih mengutamakan penyelesaian melalui perundingan karena tidak ingin menimbulkan banyak korban jiwa.

Trump mengklaim pemerintahannya sebenarnya telah bersiap melancarkan serangan terbesar sejak Perang Dunia II. Namun, lanjut dia, rencana tersebut ditunda setelah para pejabat Iran meminta agar dilakukan pembicaraan.

Menurut Trump, pejabat Teheran menghubunginya dan meminta agar serangan tidak dilaksanakan, serta menginginkan dialog untuk meredakan ketegangan. Meski Iran membantah pernah menyampaikan permintaan tersebut, dia tetap mengklaim pembicaraan sedang berlangsung.

Trump menambahkan para pemimpin Iran menghormati AS sembari menegaskan Teheran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Selain membahas isu keamanan, Trump menilai penyelesaian konflik dengan Iran akan memberikan dampak positif terhadap pasar energi.

Menurut dia, harga minyak akan turun tajam setelah situasi dengan Iran berakhir. Trump juga memperkirakan harga bensin akan ikut turun sambil menyebutkan pemerintahannya telah berhasil menekan harga energi.

Pada 18 Juni 2026, Washington dan Teheran sempat menandatangani perjanjian kerangka kerja serta memulai negosiasi menuju kesepakatan final. Namun, pembicaraan tersebut kemudian terhenti akibat perbedaan pandangan mengenai jaminan keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Hingga kini upaya diplomatik masih terus dilakukan untuk mencari penyelesaian atas konflik tersebut. Meski tetap membuka peluang tercapainya kesepakatan, Trump menegaskan bahwa opsi militer masih akan dipertimbangkan apabila proses negosiasi tidak berhasil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....