Iran Sebut AS Siap Kembali Penuhi Komitmen Selat Hormuz

  • 06 Agt 2026 15:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran menyatakan bahwa Amerika Serikat siap untuk kembali memenuhi komitmen-komitmen yang telah disepakati sebelumnya dalam hubungan bilateral kedua negara.
  • Pernyataan Iran dikeluarkan setelah Presiden Donald Trump mengisyaratkan bahwa sebuah kesepakatan baru antara kedua negara sudah semakin dekat untuk dicapai.
  • Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi tegas membantah bahwa ada negosiasi langsung yang sedang berlangsung antara Teheran dan Washington pada saat ini.

RRI.CO.ID, Teheran — Iran menyatakan Amerika Serikat siap kembali memenuhi komitmen yang telah disepakati sebelumnya. Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan bahwa kesepakatan baru sudah semakin dekat.

Meski demikian, Teheran membantah adanya negosiasi langsung yang sedang berlangsung dengan Washington. Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Melansir dari CNBC, Gharibabadi tidak menjelaskan secara rinci komitmen yang dimaksud. Namun, komitmen tersebut diduga merujuk pada nota kesepahaman sementara yang dicapai pada Juni.

Berdasarkan nota kesepahaman itu, Iran seharusnya mengizinkan kapal-kapal komersial melintasi Selat Hormuz tanpa dikenai biaya selama 60 hari. Sebagai imbalannya, Amerika Serikat berkomitmen mencabut blokade angkatan laut terhadap kapal-kapal Iran serta memenuhi sejumlah komitmen lainnya.

Trump sebelumnya menuduh para pemimpin Iran bersikap bermuka dua terkait pembicaraan damai. Ia mengklaim perundingan tetap berlangsung meski Iran menyangkalnya.

Namun, Gharibabadi menegaskan bahwa jalur menuju kesepahaman hanya berlangsung antara Iran dan Oman. Ia menegaskan bahwa tidak ada negosiasi dengan Amerika Serikat selama periode tersebut.

Gedung Putih hingga kini belum memberikan tanggapan atas pernyataan tersebut. Sementara itu, pada Kamis, 6 Agustus 2026, Gharibabadi mengatakan kesepahaman antara Iran dan Oman mengenai Selat Hormuz hampir rampung.

Menurutnya, Iran menuntut perubahan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Teheran menilai jalur lama tidak lagi sesuai dengan kondisi keamanan saat ini dan berpotensi membahayakan keamanan nasional Iran.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Bagahei juga mengisyaratkan bahwa kesepakatan hampir selesai. Namun, ia menegaskan proses tersebut hanya dapat diselesaikan apabila tidak ada campur tangan dari pihak ketiga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....