Konflik AS-Iran Diperkirakan Berlanjut akibat Kebuntuan Selat Hormuz
- 30 Jul 2026 15:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Konflik AS-Iran diperkirakan berlanjut selama berbulan-bulan karena kebuntuan perundingan mengenai Selat Hormuz menggagalkan tercapainya gencatan senjata permanen.
- Ketegangan militer masih berlanjut dengan saling serang antara Iran, Amerika Serikat, dan kelompok milisi di Irak, meski kedua pihak tetap membuka jalur komunikasi melalui mediator.
- Diplomasi belum membuahkan hasil karena Iran tetap menuntut kendali lebih besar atas Selat Hormuz, sementara negosiasi terkait program nuklir juga belum menunjukkan kemajuan berarti.
RRI.CO.ID, Washington - Konflik antara Amerika Serikat dan Iran diperkirakan masih akan berlangsung selama berbulan-bulan. Hal tersebut disebabkan oleh kebuntuan dalam perundingan mengenai Selat Hormuz yang belum menghasilkan kesepakatan gencatan senjata permanen.
Penilaian tersebut disampaikan sejumlah pejabat dan mantan pejabat dari Amerika Serikat, Iran, dan Eropa. Penilaian tersebut disampaikan setelah kesepakatan damai sementara yang dicapai runtuh, dilansir dari Financial Post, Kamis, 30 Juli 2026.
Dalam perkembangan terbaru, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan terhadap pasukan Amerika Serikat di Yordania. Sebagai balasan, Amerika Serikat bersama Arab Saudi menyerang kelompok milisi yang didukung Teheran di Irak.
Serangan tersebut dilakukan setelah kelompok tersebut berupaya menyerang fasilitas minyak Arab Saudi. Sejumlah sumber memperkirakan pola bentrokan yang diselingi periode tenang akan terus berulang dalam beberapa waktu ke depan.
Iran meyakini mampu bertahan menghadapi blokade laut Amerika Serikat. Teheran menilai Washington enggan melakukan eskalasi besar karena khawatir memicu lonjakan harga minyak serta membahayakan negara-negara Teluk.
Lonjakan harga minyak mentah disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong Washington kembali mengedepankan jalur diplomasi. Sementara itu, Gedung Putih membantah berbagai spekulasi mengenai pertimbangan Presiden Trump dalam menentukan langkah berikutnya.
Iran bersikeras mempertahankan tuntutannya untuk mengelola lalu lintas kapal di Selat Hormuz serta mengenakan biaya bagi kapal-kapal yang melintas. Teheran memandang jalur tersebut sebagai aset strategis yang penting bagi keamanan nasional sekaligus sumber daya tawar terhadap Amerika Serikat.
Oman terus berupaya memediasi kesepakatan sementara agar pelayaran di Selat Hormuz kembali lancar dan membuka jalan perundingan damai. Namun, pembicaraan tersebut masih terhambat karena Iran tetap menuntut kendali yang lebih besar atas lalu lintas di Selat Hormuz.
Analis menilai stabilitas jangka panjang masih sulit terwujud dalam waktu dekat. Iran dan Amerika Serikat dilaporkan masih menjaga komunikasi tidak langsung melalui para mediator.
Meski demikian, sebagian besar pihak memperkirakan konflik akan berlangsung pada intensitas yang lebih rendah dibandingkan sebelumnya. Sementara itu, pembahasan mengenai program nuklir Iran juga belum menunjukkan kemajuan berarti sehingga menghalangi peluang tercapainya kesepakatan damai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....