Trump: Perundingan AS dan Iran Akan Dimulai Senin

  • 04 Agt 2026 13:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan militer terhadap Iran dan mengumumkan dimulainya putaran baru perundingan pada 10 Agustus 2026 untuk memberi kesempatan bagi jalur diplomasi.
  • Iran, Arab Saudi, Pakistan, dan Oman meningkatkan komunikasi diplomatik untuk menjaga stabilitas Asia Barat, termasuk membahas keamanan Selat Hormuz dan isu nuklir Iran.
  • Keputusan Trump menunda serangan meredakan kekhawatiran konflik di kawasan Teluk, sehingga harga minyak dunia turun dan pasar melihat peluang stabilitas pasokan energi global.

RRI.CO.ID, Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa putaran baru perundingan dengan Iran akan dimulai Senin, 10 Agustus 2026. Hal tersebut diumumkan setelah Trump memutuskan menunda rencana serangan militer terhadap negara tersebut, dilansir dari Al Jazeera.

Trump menyatakan bahwa langkah itu diambil untuk memberikan kesempatan bagi jalur diplomasi. Meski demikian, sebelumnya Amerika Serikat telah menyiapkan operasi yang ia sebut sebagai serangan terbesar sejak Perang Dunia II.

Trump mengatakan Iran mengetahui rencana serangan tersebut dan memilih membuka ruang perundingan. Sejumlah sekutu AS di kawasan Teluk, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar, juga mendesak Washington menunda aksi militer.

Hal tersebut karena negara-negara Teluk masih melihat peluang tercapainya kesepakatan. Menurut Trump, pembicaraan akan berfokus pada keamanan di Selat Hormuz serta program nuklir Iran.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman juga disebut memperingatkan bahwa serangan militer berisiko menimbulkan dampak besar. Dampak tersebut termasuk krisis kemanusiaan dan gelombang pengungsi di kawasan.

Di tengah perkembangan tersebut, diplomasi regional terus berlangsung. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud dan Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir.

Pertemuan tersebut membahas berbagai upaya untuk menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan Asia Barat. Iran juga melanjutkan negosiasi dengan Oman mengenai Selat Hormuz.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa pembahasan tersebut hanya berkaitan dengan jalur pelayaran baru. Pembahasan tersebut tidak berhubungan dengan keputusan untuk membuka atau menutup Selat Hormuz.

Keputusan Trump untuk menunda serangan disambut positif oleh pasar energi. Kekhawatiran terhadap eskalasi konflik di kawasan Teluk mereda sehingga harga minyak dunia mengalami penurunan.

Harga minyak Brent turun sekitar 4,6 persen, sedangkan minyak West Texas Intermediate turun sekitar 4,7 persen. Pelaku pasar menilai peluang tercapainya perundingan baru dapat mengurangi risiko gangguan terhadap pasokan energi global yang melewati Selat Hormuz.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....