Iran Ancam Larang Kapal Penerima Aset Beku Melintasi Hormuz

  • 30 Jul 2026 14:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran mengancam melarang kapal negara dan perusahaan yang menerima kompensasi dari aset Iran yang dibekukan untuk melintasi Selat Hormuz.
  • Ancaman tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana penggunaan aset Iran yang dibekukan untuk membayar kompensasi kapal-kapal yang rusak akibat konflik.
  • Teheran menilai kebijakan itu ilegal dan memperingatkan bahwa pembatasan di Selat Hormuz dapat meningkatkan ketegangan kawasan serta mengganggu jalur utama perdagangan energi global.

RRI.CO.ID, Teheran — Iran memperingatkan negara maupun perusahaan yang menerima kompensasi dari aset Iran yang dibekukan tidak akan diizinkan melintasi Selat Hormuz. Peringatan tersebut disampaikan melalui juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, sebagaimana dilansir dari Anadolu, Kamis, 30 Juli 2026.

Peringatan itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana pemberian kompensasi bagi kapal-kapal yang rusak selama konflik baru-baru ini. Kompensasi tersebut akan dibayarkan menggunakan aset Iran yang dibekukan.

Teheran menolak rencana tersebut dan menilai penggunaan aset yang dibekukan untuk tujuan tersebut tidak memiliki dasar yang sah. Juru bicara militer Iran menyatakan kapal-kapal yang mengalami kerusakan merupakan dampak dari perang yang dipaksakan terhadap Iran.

Ia juga menuding militer Amerika Serikat telah menciptakan kondisi yang tidak aman di kawasan. Selain itu, ia menyebut jalur pelayaran selatan di Selat Hormuz sebagai rute yang ilegal dan tidak aman.

Iran memperingatkan bahwa setiap negara atau perusahaan yang menerima pembayaran dari aset yang dibekukan akan menghadapi konsekuensi. Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran tidak akan mengizinkan kapal milik pihak-pihak terkait melintasi Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi rute utama pengiriman minyak dan energi global. Oleh karena itu, ancaman pembatasan akses ke perairan tersebut berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan dan memengaruhi kelancaran perdagangan internasional.

Iran juga memperingatkan Presiden Donald Trump mengenai konsekuensi dari keputusan yang disebut Teheran sebagai tindakan ilegal. Pernyataan terbaru itu kembali menambah ketegangan dalam hubungan antara Iran dan Amerika Serikat di tengah konflik yang masih berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....