UNECE: Lebih dari 434 Ribu Hektare Lahan Terbakar di Eropa
- 31 Jul 2026 15:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- UNECE melaporkan lebih dari 434.000 hektare lahan terbakar di Eropa sepanjang 2026, dengan Prancis dan Spanyol menjadi negara yang terdampak paling parah akibat musim kebakaran hutan.
- Krisis kebakaran juga meluas ke Amerika Utara, dengan 1,849 juta hektare lahan terbakar di Amerika Serikat dan 3,77 juta hektare di Kanada, sementara Uni Eropa memperingatkan risiko meningkat di Yunani dan Italia.
- UNECE menegaskan perubahan iklim dan aktivitas manusia menjadi pemicu utama meningkatnya kebakaran hutan, serta menyerukan penguatan upaya pencegahan, pengelolaan hutan berkelanjutan, dan deteksi dini.
RRI.CO.ID, Paris — Komisi Ekonomi PBB untuk Eropa (UNECE) melaporkan lebih dari 434.000 hektare lahan telah terbakar di Eropa sepanjang 2026. Kebakaran hutan terus melanda Eropa dan Amerika Utara pada musim kebakaran tahun ini, dilansir dari Xinhua, Jumat, 31 Juli 2026.
Kebakaran tersebut telah menghancurkan hutan, mengancam banyak komunitas, serta melepaskan karbon dalam jumlah besar ke atmosfer. UNECE menilai banyak kebakaran sulit dihentikan saat mencapai intensitas tinggi, namun upaya pencegahan dapat mengurangi risiko bencana di masa depan.
Di Prancis, kebakaran besar melanda wilayah Gironde dan menghanguskan sekitar 42.000 hektare hutan pinus. Bencana tersebut memaksa puluhan ribu warga dan wisatawan dievakuasi.
Sementara itu, Spanyol mengalami salah satu musim kebakaran hutan terburuk dalam beberapa dekade. Lebih dari 200.000 hektare lahan terbakar, atau dua kali lipat dari rata-rata tahunan historisnya.
Uni Eropa memperingatkan krisis kebakaran hutan kini bergeser ke kawasan timur. Yunani dan Italia diperkirakan menghadapi risiko kebakaran yang semakin tinggi karena gelombang panas, kekeringan, dan angin kencang hingga awal Agustus.
Sementara itu, Amerika Serikat mencatat sekitar 1.849.000 hektare lahan telah terbakar sepanjang 2026. Kanada mengalami lebih dari 4.000 kebakaran hutan yang telah menghanguskan sekitar 3.770.000 hektare lahan, puluhan kebakaran besar belum terkendali.
UNECE menyebut kebakaran hutan kini menjadi dampak yang semakin dapat diprediksi dari perubahan iklim. Kebakaran mengancam nyawa, menghancurkan rumah, infrastruktur, dan mata pencaharian masyarakat.
Selain itu, asapnya dapat menyebar hingga ratusan bahkan ribuan kilometer sehingga meningkatkan risiko penyakit pernapasan dan kardiovaskular. Menurut UNECE, perubahan iklim membuat kebakaran hutan menjadi lebih sering dan lebih intens.
UNECE juga mengatakan bahwa emisi karbon dari kebakaran turut mempercepat pemanasan global. Di Uni Eropa, kebakaran hutan diperkirakan menyebabkan kerugian ekonomi sekitar 2,5 miliar euro (Rp51,69 triliun) setiap tahun.
UNECE juga mengingatkan bahwa sekitar sembilan dari sepuluh kebakaran hutan disebabkan oleh aktivitas manusia. Organisasi tersebut menyerukan peningkatan kesadaran publik, penguatan regulasi, pengelolaan hutan berkelanjutan, deteksi dini, serta pemulihan pascakebakaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....