PBB Tingkatkan Upaya Kurangi Risiko Kesehatan di Gaza

  • 30 Jul 2026 16:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PBB dan mitra kemanusiaan meningkatkan upaya mengatasi krisis kesehatan di Gaza setelah infestasi tikus dan ektoparasit ditemukan di 83 persen lokasi pengungsian akibat buruknya sanitasi, limbah, dan genangan air.
  • UNDP bersama mitra memperkuat pengendalian tikus dengan distribusi sembilan metrik ton rodentisida per hari yang dikirim oleh Uni Emirat Arab, sementara OCHA mendesak akses terhadap peralatan dan fasilitas pengelolaan limbah tetap dibuka.
  • PBB terus mendukung kebutuhan dasar warga Gaza, termasuk penyediaan air bersih, sanitasi, layanan kebersihan, serta pendidikan sementara bagi ratusan ribu anak yang terdampak konflik.

RRI.CO.ID, Gaza — PBB bersama mitra kemanusiaannya meningkatkan upaya untuk mengurangi risiko kesehatan masyarakat di Jalur Gaza. Hal tersebut dilakukan karena risiko kesehatan di Gaza terus memburuk akibat kondisi sanitasi dan lingkungan.

Infestasi tikus dan ektoparasit telah ditemukan di 83 persen lokasi pengungsian yang dinilai pada awal bulan ini. Penemuan tersebut dilaporkan oleh Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), dilansir dari Xinhua, Kamis, 30 Juli 2026.



OCHA menyebut kondisi tersebut diperparah oleh limbah yang menggenang di jalan, air tergenang, serta buruknya sanitasi. Kondisi tersebut telah meningkatkan risiko penyebaran penyakit.

Para mitra kemanusiaan mulai meningkatkan upaya pengendalian tikus di Gaza pekan ini. Langkah tersebut didukung Program Pembangunan PBB (UNDP) melalui distribusi sembilan metrik ton rodentisida setiap hari yang dikirim oleh Uni Emirat Arab.



Menurut OCHA, akses berkelanjutan terhadap peralatan penting seperti suku cadang dan oli mesin sangat dibutuhkan agar layanan dasar tetap berjalan. OCHA juga meminta agar mitra pengelola limbah diizinkan menjangkau tempat pembuangan akhir di wilayah yang aksesnya dibatasi pasukan Israel.

Wilayah yang dibatas tersebut mencakup sekitar 65 persen wilayah Jalur Gaza. Selain persoalan sanitasi, akses terhadap air bersih masih menjadi tantangan harian bagi keluarga di Gaza.



PBB bersama para mitranya terus menyediakan layanan air, sanitasi, dan kebersihan untuk membantu ratusan ribu anak beserta keluarganya. Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Farhan Haq, mengatakan UNICEF tengah mendukung pembangunan sumur air di Khan Younis.

Sumur tersebut diperkirakan akan melayani sekitar 7.000 orang. Di Kota Gaza, UNICEF juga membantu membersihkan instalasi pengolahan air limbah Sheikh Ajleen yang sebelumnya melayani sekitar 700.000 penduduk.

Di bidang pendidikan, Program Aplikasi Satelit Operasional PBB memperkirakan sekitar 430.000 anak terdaftar di lebih dari 600 ruang belajar sementara. Meski berbagai program pembelajaran telah disiapkan, hampir separuh anak usia sekolah di Gaza belum memiliki akses belajar memadai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....