PBB Soroti Eskalasi Kekerasan di Tepi Barat, Desak Perlindungan Warga
- 29 Jul 2026 23:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- OCHA menyerukan perlindungan segera bagi warga sipil, penghormatan terhadap hukum humaniter dan HAM internasional, serta menegaskan seluruh pelaku kekerasan harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum.
RRI.CO.ID, Jenewa — PBB menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya eskalasi kekerasan di wilayah Tepi Barat yang diduduki dalam beberapa hari terakhir. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan sedikitnya delapan warga Palestina meninggal dalam empat hari terakhir.
Sementara itu, sejumlah orang lainnya mengalami luka-luka. Menurut OCHA, rumah-rumah, masjid, pepohonan, dan bangunan pertanian menjadi sasaran pembakaran, perusakan, hingga penghancuran.
Gelombang kekerasan terbaru juga menyebabkan sedikitnya 10 keluarga Palestina terpaksa mengungsi dari tempat tinggal mereka. Sejak Kamis, pasukan Israel dilaporkan memperketat pembatasan pergerakan warga Palestina di berbagai wilayah Tepi Barat.
Kebijakan tersebut menghambat ribuan warga mengakses layanan penting, termasuk pelayanan medis darurat, serta mengganggu mata pencaharian mereka. OCHA mencatat lebih dari 1.330 insiden yang melibatkan pemukim Israel sepanjang tahun ini.
Melansir dari Xinhua, Rabu, 29 Juli 2026, insiden tersebut mengakibatkan korban jiwa, kerusakan properti, atau keduanya. Hingga Sabtu, sebanyak 77 warga Palestina, termasuk 18 anak-anak, tewas akibat tindakan pasukan atau pemukim Israel selama 2026.
OCHA menyerukan perlindungan segera bagi warga sipil serta mendesak semua pihak menghormati hukum humaniter dan hukum HAM internasional. PBB juga menegaskan bahwa seluruh pelaku kekerasan harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku.
"Komunitas kemanusiaan terus menyerukan perlindungan segera bagi warga sipil serta penghormatan penuh terhadap hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia internasional," kata OCHA. "Para pelaku harus dimintai pertanggungjawaban."
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....