Trump Klaim Negosiasi AS-Iran Berpeluang Capai Kesepakatan

  • 29 Jul 2026 22:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden AS Donald Trump menyatakan perundingan dengan Iran berjalan positif dan peluang tercapainya kesepakatan cukup besar. Namun, ia menegaskan serangan militer akan kembali dilakukan jika negosiasi gagal.
  • Iran membantah adanya perundingan langsung dengan AS dan menegaskan komunikasi berlangsung melalui mediator. Di
  • Penghentian sementara serangan AS memicu penurunan harga minyak dunia. Meski demikian, Iran menegaskan tetap menguasai Selat Hormuz dan mengklaim telah memaksa enam kapal berbalik arah karena melintas tanpa izin.

RRI.CO.ID, Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran berlangsung dengan baik dan peluang tercapainya kesepakatan dinilai cukup besar. Namun, Trump memperingatkan bahwa serangan militer Amerika Serikat akan kembali dilanjutkan apabila perundingan gagal menghasilkan kesepakatan.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Washington menghentikan sementara kampanye serangan udara terhadap Iran yang telah berlangsung selama dua pekan. Meski demikian, Arab Saudi, Yordania, dan Irak melaporkan serangan drone pada Senin, 27 Juli 2026 dilansir dari Reuters.

Sementara itu, Trump menegaskan Amerika Serikat tetap siap menggunakan kekuatan militer jika diperlukan. Di sisi lain, Iran membantah telah meminta perundingan langsung dengan Washington.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan komunikasi masih berlangsung melalui mediator. Baghaei juga menegaskan bahwa Teheran tetap membuka jalur diplomasi.

Seorang pejabat senior Iran juga menyatakan negaranya akan menghentikan serangan selama gencatan senjata yang diumumkan Trump tetap berlaku. Ketegangan berlanjut setelah komando militer Iran menuduh Amerika Serikat mengancam kapal-kapal di perairan teritorialnya dan berupaya menerapkan blokade maritim ilegal.

Arab Saudi mengaku berhasil menembak jatuh drone yang menargetkan fasilitas minyak. Sementara itu, kelompok Houthi di Yaman menyatakan telah menyerang pipa minyak Arab Saudi sebagai balasan atas operasi drone Riyadh.

Iran juga menegaskan masih menguasai Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama pasokan energi dunia. Sementara itu, Washington dan Teheran masih berbeda pendapat mengenai kebebasan pelayaran dan pengelolaan selat tersebut.

Di tengah perkembangan diplomatik tersebut, penghentian sementara serangan Amerika Serikat mendorong harga minyak dunia turun tajam. Iran juga mengklaim telah memaksa enam kapal berbalik arah di Selat Hormuz karena melintas tanpa izin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....