Malaysia Waspadai El Nino Ancam Pasokan Pangan dan Energi

  • 29 Jul 2026 14:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Malaysia memperingatkan fenomena El Nino berpotensi meningkatkan konsumsi listrik akibat cuaca lebih panas sekaligus mengganggu pasokan pangan dan memicu tekanan inflasi.
  • Meski menghadapi potensi dampak El Nino, pemerintah menyatakan persediaan beras diperkirakan mencukupi hingga akhir tahun dan harga sejumlah komoditas seperti daging serta sayuran mulai menurun.
  • El Nino diperkirakan berlangsung pada Oktober 2026 hingga Januari 2027 dengan suhu berpotensi melebihi 40 derajat Celsius, sehingga pemerintah terus memantau kondisi cuaca.

RRI.CO.ID, Kuala Lumpur — Fenomena El Nino berpotensi meningkatkan konsumsi listrik serta mengganggu pasokan pangan di Malaysia. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah Mohd Nasir, dilansir dari Xinhua, Rabu, 29 Juli 2026.

Cuaca yang lebih panas dan kering diperkirakan akan mendorong kenaikan permintaan energi. Kenaikan permintaan energi tersebut terutama dari sektor rumah tangga akibat meningkatnya penggunaan peralatan pendingin.

Dalam konferensi pers pada Senin, 27 Juli 2026, Akmal mengatakan perubahan kondisi cuaca harus dipantau secara cermat. Hal tersebut diperlukan karena perubahan cuaca dapat memengaruhi stabilitas ekonomi.

Menurutnya, gangguan pada rantai pasok pangan berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan berdampak pada berbagai sektor. Ia menjelaskan, Kementerian Ekonomi pada paruh pertama tahun ini lebih banyak berfokus menangani krisis pasokan global.

Kondisi tersebut membuat pembahasan dan penyusunan rencana jangka panjang sempat tertunda. Hal tersebut tertunda karena pemerintah harus memprioritaskan penanganan krisis yang lebih mendesak.

Meski demikian, Akmal memastikan stok beras Malaysia diperkirakan mencukupi hingga akhir tahun. Ia juga menyebut harga sejumlah bahan pangan, termasuk daging dan sayuran mulai menurun.

Meski demikian, harga beberapa kebutuhan pokok masih berfluktuasi. El Nino tahun ini diperkirakan berlangsung antara Oktober hingga Januari 2027 dengan cuaca yang lebih panas dan kering.

Suhu udara bahkan diproyeksikan dapat melampaui 40 derajat Celsius. Pemerintah terus memantau perkembangan cuaca dan menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga ketahanan pangan, stabilitas harga, serta pasokan energi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....