Cetak Sawah Rakyat Perkuat Kesejahteraan Petani Papua

  • 28 Jun 2026 22:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Masyarakat adat Merauke menyatakan lahan tetap dimiliki dan dikelola oleh pemilik hak ulayat
  • Program dinilai memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani Papua
  • Program Cetak Sawah Rakyat memperkuat kesejahteraan petani dan produksi pangan di Papua
  • Pemerintah menegaskan program tidak mengambil alih lahan masyarakat adat, melainkan memberikan dukungan alsintan, irigasi, benih, dan teknologi
  • Produktivitas lahan meningkat dari sekitar 3 ton menjadi 7 ton gabah per hektare, dengan intensitas tanam hingga tiga kali setahun

RRI.CO.ID, Merauke - Program Cetak Sawah Rakyat Kementerian Pertanian memperkuat kesejahteraan petani dan produksi pangan di Papua. Program tersebut membantu masyarakat adat mengelola lahannya dengan dukungan pemerintah.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan pembangunan pertanian di Papua bertujuan mewujudkan kemandirian pangan. Kebutuhan pangan masyarakat diharapkan dipenuhi dari hasil produksi daerah sendiri.

"Kita ingin membangun kemandirian pangan di seluruh pulau, termasuk Papua. Beras, sagu, ubi, dan pangan lokal harus kita kembangkan bersama masyarakat setempat," kata Amran dalam rilis resmi Kementan, Sabtu 27 Juni 2026.

Ia menegaskan Program Cetak Sawah Rakyat bukan pengambilalihan lahan masyarakat. Pemerintah membantu melalui alsintan, irigasi, benih unggul, dan pendampingan teknologi budidaya.

"Ini adalah tanah masyarakat. Kita bantu dengan traktor, irigasi, benih gratis, dan teknologi agar masyarakat Papua semakin sejahtera," ucapnya.

Menurut Amran, produktivitas lahan meningkat dari sekitar tiga ton menjadi tujuh ton gabah per hektare. Intensitas tanam juga naik dari sekali menjadi hingga tiga kali dalam setahun.

Peningkatan tersebut dinilai memperkuat ketahanan pangan sekaligus menambah pendapatan petani. Pemerintah juga ingin menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di Papua.

"Kalau kita tidak membangun dari sekarang, kebutuhan pangan dipenuhi dari mana. Karena itu kita bangun untuk keberlanjutan republik dan kesejahteraan masyarakat Papua," katanya.

Manfaat program juga dirasakan masyarakat adat di Merauke. Pemilik hak ulayat Hermannus Mahuse menegaskan lahan tetap dimiliki dan dikelola masyarakat.

"Jadi pemerintah bukan buka hutan lalu mengambil tanah kami. Pemerintah membantu membuka lahan untuk kami kelola dan kami menikmati hasilnya," ucap Hermannus.

Ia mengatakan bantuan alsintan membuat masyarakat mampu mengelola lahan seluas 112 hektare secara lebih modern. Program tersebut dinilai meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kesejahteraan petani Papua.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....