Parlemen Iran: Keamanan Iran Bergantung pada Selat Hormuz
- 17 Jul 2026 13:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menyatakan keamanan nasional Iran bergantung pada pengaturan Iran di Selat Hormuz dan menegaskan Teheran tidak akan membiarkan pihak lain memaksakan kehendaknya.
- Qalibaf menegaskan Iran tidak menginginkan perang, tetapi tetap siap menghadapi konflik, sembari menekankan bahwa diplomasi dan negosiasi harus terus dilakukan demi menjaga kepentingan nasional.
- Qalibaf menyatakan MoU perdamaian dengan Amerika Serikat hanya bermakna jika seluruh ketentuannya dijalankan. Bentrokan terbaru antara kedua negara membuat kelanjutan pelaksanaan kesepakatan tersebut semakin tidak pasti.
RRI.CO.ID, Teheran — Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan keamanan nasional Iran berkaitan erat dengan mempertahankan pengaturan Iran di Selat Hormuz. Pernyataan itu disampaikan Ghalibaf pada Rabu, 15 Juli 2026, dilansir dari Xinhua.
Ia menegaskan bahwa Teheran tidak akan membiarkan pihak yang disebutnya sebagai musuh memaksakan kehendaknya di jalur pelayaran strategis tersebut. Ghalibaf, yang juga menjabat sebagai kepala tim negosiasi Iran, mengatakan Amerika Serikat terus berupaya menekan Iran demi kepentingannya sendiri.
Menurutnya, kebijakan Iran harus selalu didasarkan pada kepentingan nasional, keamanan negara, sikap realistis, serta strategi jangka panjang. Prinsip tersebut, kata Ghalibaf, berlaku baik dalam situasi perang maupun saat menjalani perundingan.
Ia menegaskan Iran tidak menginginkan perang, tetapi selalu siap menghadapi kemungkinan konflik demi melindungi keamanan nasional dan kepentingan negara. Ghalibaf menilai jalur diplomasi dan negosiasi tetap harus berjalan secara bersamaan untuk memastikan kepentingan nasional tetap terjaga.
Ghalibaf juga menyoroti nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang ditandatangani Iran dan Amerika Serikat pada 18 Juni. Kesepakatan tersebut menetapkan masa negosiasi selama 60 hari untuk mencapai perjanjian damai yang bersifat final.
MoU tersebut juga bertujuan mengakhiri konflik di berbagai front kawasan, termasuk Lebanon. Namun, menurut Ghalibaf, MoU hanya memiliki arti apabila seluruh ketentuannya dihormati dan dilaksanakan oleh semua pihak.
Ia menegaskan Iran tidak memiliki alasan untuk tetap berkomitmen terhadap kesepakatan tersebut apabila tidak memperoleh manfaat yang dijanjikan. Pernyataan tersebut disampaikan ketika bentrokan antara pasukan Iran dan Amerika Serikat kembali terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut membuat masa depan pelaksanaan MoU menjadi tidak pasti. Padahal, kesepakatan itu sebelumnya diharapkan menjadi dasar penyelesaian konflik di kawasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....