Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup untuk AS
- 16 Jul 2026 14:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Iran menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga Amerika Serikat memenuhi syarat Teheran, termasuk mengakui otoritas Iran atas jalur pelayaran strategis tersebut.
- Iran meminta Washington mematuhi kesepakatan kerangka perdamaian, menghentikan tindakan yang dianggap bermusuhan, serta menerima aturan Iran terkait pengelolaan Selat Hormuz.
- Pernyataan Iran disampaikan ketika CENTCOM mengumumkan serangan tambahan terhadap sasaran militer Iran yang diklaim terkait ancaman terhadap pelayaran di Selat Hormuz.
RRI.CO.ID, Teheran — Iran menyatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup. Penutupan tersebut akan berlangsung hingga Amerika Serikat memenuhi syarat yang diajukan Teheran untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis itu.
Melansir dari Anadolu, pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis, 16 Juli 2026 dini hari. Juru Bicara Angkatan Darat Iran Mohammad Akrami-Nia menyatakan kendali atas Selat Hormuz harus berada di bawah otoritas Iran.
Akrami-Nia mengatakan jalur pelayaran tersebut baru dapat dibuka kembali setelah syarat tersebut dipenuhi. Ia menegaskan Washington juga harus mematuhi ketentuan dalam kesepakatan kerangka perdamaian yang dicapai bulan lalu.
Selain itu, Iran menuntut Amerika Serikat menghentikan tindakan yang disebut sebagai aksi bermusuhan. Iran juga menuntut Amerika Serikat mengakui aturan yang diberlakukan Teheran terkait pengelolaan Selat Hormuz.
Akrami-Nia menegaskan tekanan militer tidak akan memaksa Iran membuka kembali jalur pelayaran tersebut. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Gelombang ledakan baru dilaporkan terjadi di sejumlah kota di Iran. Sementara itu, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan serangan tambahan terhadap sasaran di negara tersebut.
CENTCOM menyatakan serangan itu menargetkan kemampuan militer Iran yang dinilai berkaitan dengan ancaman terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Jalur tersebut merupakan salah satu rute perdagangan dan distribusi energi paling penting di dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....