Tiongkok dan ASEAN Serukan Penghentian Konflik Timur Tengah

  • 24 Jul 2026 14:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tiongkok dan ASEAN menyerukan penghentian segera konflik di Timur Tengah, serta mendesak Amerika Serikat dan Iran mengedepankan dialog, diplomasi, dan penyelesaian damai sesuai hukum internasional.
  • Konflik AS-Iran dinilai mengancam warga sipil dan stabilitas global, dengan dampak terhadap perdagangan internasional, investasi, sektor energi, serta ketahanan pangan dunia.
  • Tiongkok dan ASEAN mendesak pelaksanaan penuh gencatan senjata, perlindungan warga sipil dan infrastruktur, kelancaran bantuan kemanusiaan, serta keamanan pelayaran internasional di Selat Hormuz.

RRI.CO.ID, Manila — Menteri Luar Negeri Tiongkok dan negara-negara anggota ASEAN menyerukan penghentian segera konflik di Timur Tengah. Hal tersebut disampaikan di tengah perang yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran.

Seruan tersebut disampaikan melalui pernyataan bersama yang dirilis setelah pertemuan tingkat menteri di Manila, Filipina. Tiongkok dan ASEAN menilai situasi di Timur Tengah berkembang sangat cepat dan mengancam keselamatan warga sipil.

Melansir dari Anadolu, Jumat, 24 Juli 2026, situasi tersebut mengganggu perdamaian dan stabilitas kawasan maupun dunia. Konflik juga dinilai berdampak terhadap perdagangan internasional, investasi, sektor energi, dan ketahanan pangan global.

Para menteri menegaskan pentingnya mengedepankan dialog, diplomasi, dan penyelesaian konflik secara damai sesuai hukum internasional. Pernyataan itu disampaikan ketika Amerika Serikat dan Iran masih saling melancarkan serangan balasan yang telah berlangsung selama 13 hari berturut-turut.

Sebelumnya kedua negara telah menandatangani MoU Islamabad sebagai dasar gencatan senjata dan perundingan menuju perdamaian permanen. Tiongkok dan ASEAN juga meminta seluruh pihak tetap berkomitmen terhadap multilateralisme.

Tiongkok dan ASEAN mendorong dialog yang tulus berdasarkan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum internasional. Mereka mendesak Amerika Serikat dan Iran melaksanakan gencatan senjata secara penuh dan efektif dengan mematuhi seluruh ketentuan yang disepakati.

Selain menyerukan penghentian permusuhan di Timur Tengah, para menteri meminta semua pihak menahan diri agar tidak memperburuk situasi. Mereka juga menekankan pentingnya melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil.

Mereka juga menjamin akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, serta menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah setiap negara. Di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, Tiongkok dan ASEAN turut menyerukan agar pelayaran internasional tetap berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....