RI Dorong ASEAN-AS Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Stabilitas Kawasan
- 23 Jul 2026 19:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia mendorong ASEAN dan Amerika Serikat (AS) memperkuat kerja sama yang memberikan kepastian bagi masyarakat dan dunia usaha.
- Menlu RI menyebut, sebagai salah satu investor terbesar dan mitra dagang utama ASEAN, kemitraan ASEAN–AS harus difokuskan pada kerja sama ekonomi yang lebih konkret.
- AS merupakan mitra dagang dan sumber investasi asing terbesar kedua bagi ASEAN.
RRI.CO.ID, Manila - Indonesia mendorong ASEAN dan Amerika Serikat (AS) memperkuat kerja sama yang memberikan kepastian bagi masyarakat dan dunia usaha. Serta, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menjaga stabilitas kawasan.
"Di tengah ketidakpastian global, yang dibutuhkan adalah kemitraan yang saling menguatkan. ASEAN siap menjadi mitra yang konsisten untuk memperkuat keamanan, menjaga stabilitas maritim, dan meningkatkan kesejahteraan bersama," kata Menlu RI, Sugiono pada ASEAN–United States Post Ministerial Conference (PMC), Rabu, 22 Juli 2026, di Manila, Filipina.
Menlu RI menyebut, sebagai salah satu investor terbesar dan mitra dagang utama ASEAN, kemitraan ASEAN–AS harus difokuskan pada kerja sama ekonomi yang lebih konkret. “Prioritas kita jelas, yaitu perdagangan yang stabil dan dapat diprediksi, rantai pasok yang kuat, serta akses pasar yang semakin luas, khususnya di sektor komoditas dan manufaktur,” ujarnya.
Kerja sama dengan U.S.-ASEAN Business Council (USABC) dan ASEAN–U.S. Center, terutama di sektor strategis seperti ekonomi digital perlu dimaksimalkan. Seiring dengan meningkatnya konektivitas digital yang semakin mempererat hubungan antarmasyarakat.
“Kemajuan konektivitas digital harus diiringi dengan upaya membangun ruang digital yang aman dan terpercaya. Selain, penipuan daring (online scams) dan kejahatan siber lintas negara merupakan tantangan bersama yang memerlukan respons kolektif,” kata Menlu RI dalam pertemuan yang turut dihadiri Menlu AS, Marco Rubio ini.
Terkait isu kawasan dan global, Menlu Sugiono menegaskan pentingnya menjunjung tinggi prinsip-prinsip multilateralisme dan hukum internasional secara konsisten. Menurutnya, hal itu dilakukan sebagai landasan pencegahan konflik dan pengelolaan krisis.
Indonesia juga kembali menegaskan dukungannya terhadap perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina. Serta, mendorong deeskalasi dan penyelesaian damai berbagai konflik melalui dialog.
Kemitraan ASEAN-AS yang telah terjalin sejak 1977 akan memasuki tonggak 50 tahun pada 2027. Keduanya juga telah meningkatkan status hubungan kerja sama menjadi Comprehensive Strategic Partnership sejak 2022.
AS merupakan mitra dagang dan sumber investasi asing terbesar kedua bagi ASEAN. Total perdagangan mencapai USD552,8 miliar dan investasi sebesar USD28,56 miliar pada 2025.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....