Menlu RI Tegaskan ASEAN-Uni Eropa Miliki Tanggung Jawab Jaga Perdamaian

  • 23 Jul 2026 22:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tantangan global yang saling terkait menjadikan kemitraan ASEAN dan Uni Eropa (UE) semakin relevan.
  • ASEAN dan UE memiliki kepentingan bersama untuk terus memperkuat multilateralisme, menjunjung tatanan internasional yang terbuka, adil, dan berbasis aturan.
  • Pada 2027 akan menandai 50 tahun hubungan kemitraan ASEAN–UE, yang akan diperingati dengan penyelenggaraan KTT pemimpin Asia Tenggara dan UE.

RRI.CO.ID, Manila - Tantangan global yang saling terkait menjadikan kemitraan ASEAN dan Uni Eropa (UE) semakin relevan. Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono pada ASEAN-European Union Post Ministerial Conference (PMC), Rabu, 22 Juli 2026, di Manila, Filipina.

"ASEAN dan Uni Eropa memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga perdamaian, memperkuat stabilitas, dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat di kedua kawasan," ujar Menlu RI menambahkan.

Menurutnya, ASEAN dan UE memiliki kepentingan bersama untuk terus memperkuat multilateralisme, menjunjung tatanan internasional yang terbuka, adil, dan berbasis aturan. “Indonesia juga menegaskan pentingnya penerapan hukum internasional secara konsisten,” katanya.

Di bidang ekonomi, Indonesia mendorong langkah menuju perdagangan bebas antarkawasan ASEAN-UE. Yaitu, dengan membangun momentum dari berbagai perjanjian perdagangan bilateral antara Uni Eropa dan negara-negara anggota ASEAN.

“Integrasi ekonomi yang lebih erat diyakini akan memperkuat perdagangan, investasi. Sekaligus meningkatkan ketahanan rantai pasok kedua kawasan,” ucap Menlu Sugiono.

Di sektor energi, Menlu Sugiono juga mendorong UE untuk terus mendukung transisi energi ASEAN. Yakni, yang perlu berjalan seiring dengan kebutuhan menjaga keamanan energi, keterjangkauan harga, dan keandalan pasokan.

“Ada peluang yang lebih luas bagi investasi pada infrastruktur energi. Yang disertai alih teknologi, kerja sama teknis, dan penguatan kapasitas,” ucapnya.

Indonesia turut menyoroti pentingnya memperkuat hubungan antarmasyarakat sebagai fondasi kemitraan ASEAN–UE. Indonesia menilai, kemitraan ASEAN dan Uni Eropa tidak hanya dibangun oleh pemerintah, tetapi juga oleh masyarakat.

Karena itu, Indonesia mendorong investasi pada pengembangan kapasitas SDM melalui beasiswa, pelatihan, dan pertukaran antarmasyarakat harus terus diperkuat. Sementara, Pada 2027 akan menandai 50 tahun hubungan kemitraan ASEAN–UE, yang akan diperingati dengan penyelenggaraan KTT pemimpin Asia Tenggara dan UE.

Momentum tersebut diharapkan menjadi titik tolak untuk membawa kemitraan kedua kawasan ke tahap yang lebih erat dan lebih relevan. Serta, semakin berdampak bagi masyarakat di kedua kawasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....