KBRI Tokyo Gelar Akad Nikah Bersama Perdana di Hokkaido
- 21 Jul 2026 04:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo untuk pertama kalinya menggelar program Akad Nikah Bersama.
- Rois Syuriah PCINU Jepang, K.H. Ahmad Musyaffa' Asady, mengingatkan pentingnya menjadikan pernikahan sebagai ibadah.
RRI.CO.ID, Jakarta: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo untuk pertama kalinya menggelar program Akad Nikah Bersama bagi warga negara Indonesia (WNI) di Sapporo, Hokkaido, Jepang. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Sapporo pada Minggu 19 Juli 2026.
Program ini diikuti delapan pasangan mempelai. Sebanyak dua pasangan merupakan sesama WNI, sedangkan enam pasangan lainnya merupakan pasangan campuran antara WNI dan warga negara Jepang.
Penyelenggaraan kegiatan merupakan hasil kerja sama KBRI Tokyo dengan Majelis Wakil Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (MWCINU) Hokkaido dan Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Hokkaido. Selain itu, kegiatan juga didukung Komunitas Ngaji Kuy, Sahabat Hokkaido Indonesia (SaHI), dan Pengajian Muslimah Sakura.
Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, melalui Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Tokyo, Dara Yusilawati, berharap para mempelai dapat membangun keluarga yang harmonis. Pesan tersebut disampaikan dalam siaran pers KBRI Tokyo yang diterima RRI.
"Kita tahu bahwa keluarga sangat sentral dalam kehidupan kita, kunci bagi kebahagiaan kita. Untuk itu, saya titip pesan untuk seluruh mempelai, bentuklah keluarga yang sakinah, mawaddah dan membawa rahmat, keberkahan, dan kebahagiaan buat semua," kata Kartini.
Menurut KBRI Tokyo, program Akad Nikah Bersama merupakan layanan jemput bola bagi WNI yang berada jauh dari Tokyo. Program ini bertujuan memudahkan mereka sehingga tidak perlu datang ke ibu kota Jepang atau kembali ke Indonesia hanya untuk melangsungkan akad nikah.
Selain memberikan kemudahan, program tersebut juga diharapkan dapat menghemat waktu dan biaya para WNI. KBRI Tokyo menilai layanan ini dapat memperluas akses pelayanan kekonsuleran bagi masyarakat Indonesia di berbagai wilayah Jepang.
Kartini juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh organisasi masyarakat Indonesia di Hokkaido yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap kolaborasi serupa dapat terus dilakukan untuk melayani kebutuhan WNI di Jepang.
"Selamat berbahagia untuk teman-teman yang menikah. Semoga Tuhan Yang Maha Esa menyertai perjalanan rumah tangga dengan penuh keberkahan," kata Kartini.
Dalam khutbah nikah, Wakil Rois Syuriah PCINU Jepang, K.H. Ahmad Musyaffa' Asady, mengingatkan pentingnya menjadikan pernikahan sebagai bagian dari ibadah. Menurutnya, niat yang benar menjadi landasan utama dalam membangun rumah tangga.
"Akad nikah merupakan sesuatu yang agung. Untuk menjaga keagungan perjanjian tersebut, maka pernikahan harus dilandasi dengan niat yang benar, yaitu niat beribadah melaksanakan syariat," katanya.
Berdasarkan data KBRI Tokyo, jumlah WNI di Hokkaido mencapai 12.841 orang hingga Desember 2025. Angka tersebut meningkat hampir 4.000 orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Mayoritas WNI di Hokkaido merupakan peserta program Technical Intern Training Program (TITP) dan Special Skilled Worker (SSW). Selain itu, terdapat pula pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Hokkaido.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....