Menlu AS Akan Kunjungi Filipina, Hadiri Pertemuan Menteri ASEAN

  • 18 Jul 2026 15:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menlu AS Marco Rubio akan menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN di Filipina pekan depan untuk memperkuat kemitraan Amerika Serikat dengan negara-negara Asia Tenggara di tengah meningkatnya ketegangan global.
  • Konflik AS-Iran dan dampaknya terhadap Selat Hormuz menjadi agenda utama, mengingat sekitar 80 persen hidrokarbon yang melintasi jalur tersebut dikirim ke negara-negara Asia.
  • Pertemuan juga akan membahas isu strategis kawasan, termasuk ketahanan energi ASEAN, meningkatnya pengaruh Tiongkok di Indo-Pasifik, serta upaya penyelesaian konflik di Myanmar.

RRI.CO.ID, Washington — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio akan mengunjungi Filipina pekan depan untuk menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN. Rubio juga dijadwalkan bertemu para menteri luar negeri negara-negara Asia Tenggara, dilansir dari CNA, Sabtu, 18 Juli 2026.

Kunjungan tersebut berlangsung di tengah konflik yang kembali memanas antara AS dan Iran. Kondisi tersebut dinilai menambah tekanan ekonomi terhadap sekutu-sekutu AS, sementara serangan di Timur Tengah masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan lawatan Rubio merupakan bagian dari upaya memperkuat kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Washington juga ingin meningkatkan keamanan dan kemakmuran kawasan sekaligus menghadapi meningkatnya pengaruh Tiongkok.

Rubio dijadwalkan menghadiri forum ASEAN di Manila pada Selasa, 21 Juli 2026 hingga Kamis, 23 Juli 2026. Departemen Luar Negeri AS belum mengungkap agenda lengkap kunjungan tersebut.

Isu Iran diperkirakan menjadi salah satu agenda utama pertemuan di Manila karena banyak negara Asia terdampak konflik di Selat Hormuz. Badan Energi Internasional (IEA) mencatat sekitar 80 persen hidrokarbon yang melewati Selat Hormuz dikirim ke negara-negara Asia.

Sebelumnya, para pemimpin Asia Tenggara juga membahas pembentukan cadangan bahan bakar bersama dalam KTT di Bangkok pada Mei lalu. Filipina yang tahun ini memegang keketuaan bergilir ASEAN diperkirakan akan mendorong pembahasan mengenai ketahanan energi kawasan.

Selain itu, situasi di Myanmar juga diperkirakan menjadi salah satu topik pembahasan. ASEAN sebelumnya kembali mendesak Myanmar menunjukkan kemajuan nyata dalam pelaksanaan rencana perdamaian untuk mengakhiri konflik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....