Asap Kebakaran Kanada Ganggu Kualitas Udara hingga AS

  • 18 Jul 2026 15:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Lebih dari 800 kebakaran hutan di Kanada memicu penyebaran asap tebal hingga ke Amerika Serikat, menyebabkan peringatan kualitas udara berbahaya di sejumlah kota seperti Detroit, Toronto, dan New York.
  • Buruknya kualitas udara mengganggu aktivitas masyarakat, dengan pembatalan berbagai kegiatan luar ruangan, sementara New York mengaktifkan protokol darurat kualitas udara dan membagikan masker KN95.
  • Sebagian besar kebakaran masih belum terkendali, dan asap diperkirakan terus menyebar hingga akhir pekan. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap pelaksanaan final Piala Dunia di New Jersey.

RRI.CO.ID, Ottawa — Lebih dari 800 kebakaran hutan di Kanada dan menyebabkan asap tebal menyebar ke sejumlah negara bagian di Amerika Serikat. Langit di Detroit, Toronto, New York, hingga kawasan New England tertutup asap sehingga memicu peringatan kualitas udara berbahaya.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat tetap berada di dalam ruangan karena buruknya kualitas udara. Sejumlah kegiatan luar ruangan dibatalkan, termasuk perkemahan musim panas anak-anak, penutupan pantai di beberapa danau, serta penjadwalan ulang konser.

Di Kanada, kebakaran hutan di wilayah utara Ontario memaksa warga komunitas First Nations mengungsi. Seorang kepala komunitas menyatakan wilayahnya telah hangus menjadi abu.

Melansir dari BBC News, menurut Canadian Wildland Fire Information System, saat ini terdapat 858 kebakaran hutan aktif di Kanada. Jumlah kebakaran tersebut termasuk 30 titik api baru yang muncul pada Kamis, 16 Juli 2026.

Sebagian besar kebakaran tersebut masih belum dapat dikendalikan. Gubernur Negara Bagian New York Kathy Hochul menyebut kondisi tersebut sebagai ancaman kesehatan yang sangat serius.

Pemerintah New York kemudian mengaktifkan protokol darurat kualitas udara serta menyediakan ratusan pusat pendinginan dan masker KN95 bagi masyarakat. Di Ontario, hujan diperkirakan turun dalam beberapa hari ke depan.

Namun, curah hujan dinilai belum cukup meredakan kebakaran, sementara angin diperkirakan terus membawa asap ke Amerika Serikat hingga akhir pekan. Kondisi tersebut juga dikhawatirkan memengaruhi New Jersey yang akan menjadi lokasi penyelenggaraan final Piala Dunia.

Lembaga pemantau kualitas udara IQAir menyatakan Detroit saat ini memiliki kualitas udara terburuk di dunia. Sejumlah anggota parlemen Negara Bagian Michigan juga mengkritik penanganan kebakaran oleh pemerintah Kanada dan meminta langkah yang lebih efektif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....