Trump Ancam Serang Infrastruktur jika Iran Menolak Berunding

  • 16 Jul 2026 16:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang jembatan, pembangkit listrik, dan infrastruktur energi Iran jika Teheran tidak kembali ke meja perundingan.
  • Ancaman Trump muncul saat kedua negara kembali terlibat saling serang selama empat hari berturut-turut. AS juga kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
  • Perselisihan terkait pengelolaan Selat Hormuz menyebabkan aktivitas kapal tanker menurun dan mendorong kenaikan harga minyak dunia. Iran menegaskan tetap akan mengendalikan jalur strategis tersebut.

RRI.CO.ID, Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menyerang jembatan dan pembangkit listrik di Iran. Trump mengatakan serangan tersebut akan dilakukan apabila Teheran tidak kembali ke meja perundingan.

Melansir dari BBC News, Kamis, 16 Juli 2026, ancaman tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox News. Pernyataan itu muncul ketika Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat saling serang selama empat hari berturut-turut.

Trump mengatakan, Amerika akan menyerang infrastruktur penting Iran pada pekan depan jika tidak ada kemajuan dalam negosiasi. Ia sebelumnya membatalkan rencana pengenaan biaya 20 persen terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Namun, Trump kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Selain mengancam menyerang fasilitas sipil, Trump juga menyatakan infrastruktur energi Iran dapat menjadi sasaran berikutnya.

Ia mengatakan para negosiator Amerika Serikat telah menyampaikan kepada Iran agar segera mencapai kesepakatan. Pernyataan tersebut muncul beberapa jam sebelum militer Amerika Serikat melancarkan operasi serangan baru terhadap Iran.

Eskalasi terbaru antara Amerika Serikat dan Iran kembali mendorong kenaikan harga minyak dunia. Aktivitas kapal tanker di Selat Hormuz juga mengalami penurunan tajam akibat meningkatnya ketegangan.

Trump menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka untuk seluruh kapal kecuali kapal Iran. Ia juga mengatakan rencana pungutan 20 persen terhadap kapal akan diganti dengan kesepakatan perdagangan dan investasi bersama negara-negara Teluk.

Di sisi lain, Iran menegaskan tetap akan mengendalikan Selat Hormuz. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menilai keputusan Amerika Serikat memberlakukan kembali blokade telah merusak kesepakatan gencatan senjata.

Iran menegaskan tekanan militer dan ekonomi dari Amerika Serikat tidak akan memaksa Teheran kembali ke meja perundingan. Perselisihan mengenai Selat Hormuz kini kembali menjadi sumber utama ketegangan antara kedua negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....